RADARSOLO.COM - Tahun Baru Imlek 2025 akan dirayakan sebagai tahun ular kayu. Ada berbagai harapan dan doa yang dipanjatkan oleh masyarakat Tionghoa. Termasuk memaknai Ular Kayu dalam manajemen keuangan mereka.
Tokoh Tionghoa Solo Aji Candra mengatakan, Tahun Ular Kayu diperkirakan akan membawa keberuntungan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk soal finansial. Terlebih jika masyarakat mampu memaknai sifat dari simbol ini.
Aji menjelaskan, meskipun ular seringkali diidentikan dengan bahaya dan racun, ia mengajak masyarakat untuk melihat sisi positif dari hewan tersebut.
”Ular itu hebat. Sekali makan, ular itu bisa menghabiskan 30 ekor ayam dalam sebulan, tapi ular juga tahan lapar, tahan menderita, ini yang bisa kita pelajati, dengan percaya nantinya akan mendapatkan berkah yang melimpah,” jelas Aji, kemarin (24/1/2025).
Menurutnya, sifat ular yang penuh kesabaran dan ketahanan menjadi pelajaran berharga yang bisa dicontoh untuk keuangan. Dengan belajar rasa syukur atas apa yang diberikan oleh Tuhan.
”Mungkin saat ini kita mendapatkan sedikit, tapi itu berkah yang harus disyukuri. Yang penting adalah memanfaatkan apa yang ada untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.
Selain itu, Aji juga menekankan pentingnya kewaspadaan dalam menghadapi tantangan ekonomi.
Dalam hal ini, masyarakat harus bijak dalam mengelola keuangan, menghindari pengeluaran yang tidak perlu, dan berfokus pada hal-hal yang lebih penting.
”Ini yang juga berkait dengan sifat ular yang waspada dan hati-hati, yang bisa kita contoh dalam mengatur pengeluaran kita,” hematnya.
Lebih lanjut, Aji menjelaskan, elemen kayu yang mendukung tahun ini juga memiliki arti yang dalam.
Kayu, yang identik dengan tumbuhan, menggambarkan pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan.
”Harapan kami, dengan kepemimpinan yang baru, baik itu presiden, wakil presiden, gubernur, maupun walikota, dapat semakin waspada dan memikirkan kesejahteraan rakyat, agar perekonomian Indonesia semakin berkembang,” tambah Aji.
Menjelang Tahun Ular Kayu, Aji mengingatkan pentingnya introspeksi diri. Mengingat kondisi perekonomian yang sempat merosot pada 2024, dia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan.
”Kita harus bisa menabung dan menghemat demi masa depan yang lebih baik. Jangan sampai kita terjebak dalam sikap serakah. Yang penting, kita harus bersyukur dan terus berusaha,” urainya.
Dengan memaknai sifat ular kayu di tahun Imlek ini, diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menghadapi tantangan ekonomi dan merencanakan keuangan dengan penuh perhitungan dan kewaspadaan. (ul/adi)
Editor : Damianus Bram