Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

BRI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif, Punya Strategi Pengelolaan Segmen Nasabah Berbasis Piramida

Syahaamah Fikria • Jumat, 7 Februari 2025 | 04:35 WIB
Direktur Utama BRI, Sunarso.
Direktur Utama BRI, Sunarso.

RADARSOLO.COM - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus memperkuat perannya sebagai pilar utama perbankan nasional dengan komitmen kuat dalam mendukung perkembangan UMKM di Indonesia.

Dengan jaringan luas serta inovasi berkelanjutan, BRI menjadi mitra strategis dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional di kancah global.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam diskusi eksklusif di kanal YouTube Hermanto Tanoko bertajuk “BBRI Pilar Utama Perbankan Nasional: Peluang Besar di 2025”.

Strategi Pengelolaan Segmen Nasabah Berbasis Piramida

Sunarso mengungkapkan, BRI telah mengimplementasikan strategi pengelolaan segmen nasabah berbasis piramida.

Mencakup berbagai lapisan nasabah untuk menciptakan ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif dan berdaya tahan.

Di lapisan dasar piramida mencakup segmen mikro dan ultra mikro, yang menjadi fokus utama BRI dalam meningkatkan kapasitas usaha, akses pembiayaan, serta pemberdayaan ekonomi di tingkat akar rumput.

"BRI secara konsisten mengarahkan sumber daya untuk mendukung segmen mikro dan ultra mikro melalui inovasi layanan keuangan, pelatihan kewirausahaan, dan pendampingan usaha. Ini sejalan dengan misi kami dalam memperkuat perekonomian masyarakat," jelas Sunarso.

Lapisan tengah piramida mencakup segmen menengah, yang memiliki potensi pertumbuhan lebih stabil dan menjadi salah satu pilar utama dalam menjaga keseimbangan portofolio kredit BRI.

Kemudian, lapisan puncak piramida mencakup segmen korporasi besar, yang meskipun jumlah nasabahnya lebih kecil, memberi kontribusi besar terhadap pembangunan nasional dengan nilai kredit yang signifikan.

Strategi Adaptif dalam Penyaluran Kredit

Sunarso menjelaskan, permintaan kredit di sektor UMKM sangat bergantung pada daya beli masyarakat.

"Ketika daya beli melemah, permintaan kredit di sektor UMKM, terutama mikro, cenderung mengalami penurunan," ujarnya.

Sebagai respons terhadap dinamika ini, BRI mengadopsi strategi “slowing down”.

Yakni memperlambat laju pertumbuhan kredit di segmen mikro, sambil memperkuat penyaluran kredit pada segmen menengah dan konsumer.

Langkah ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem pembiayaan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Transformasi Digital dan Inklusi Keuangan

BRI juga terus berinovasi dalam transformasi digital untuk mempermudah akses pembiayaan dan mempercepat proses kredit.

Beberapa layanan digital unggulan BRI antara lain:

Dengan inovasi ini, BRI berkomitmen untuk meningkatkan inklusi keuangan, terutama bagi pelaku UMKM di wilayah terpencil.

"Melalui transformasi digital dan pendekatan berbasis piramida, BRI optimistis dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkas Sunarso. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#BRI #Strategi Perusahaan #Mikro #BBRI #umkm