Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dulu Karyawan, Kini Pengusaha Pempek Sukses Berkat Rumah BUMN BRI, Raup Omzet Rp15 Juta per Bulan

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 10 Agustus 2025 | 19:55 WIB
Widya Purnama Sari, mantan karyawan yang kini sukses menjadi pengusaha UMKM berkat program Rumah BUMN binaan BRI.
Widya Purnama Sari, mantan karyawan yang kini sukses menjadi pengusaha UMKM berkat program Rumah BUMN binaan BRI.

RADARSOLO.COM-Dalam situasi ekonomi penuh tantangan, banyak orang memilih untuk mandiri secara finansial dengan merintis usaha sendiri.

Salah satunya adalah Widya Purnama Sari, mantan karyawan yang kini sukses menjadi pengusaha UMKM berkat program Rumah BUMN binaan BRI.

Ia adalah pemilik Kreasi Nyobi, usaha pempek ikan tenggiri berkualitas tinggi.

Usaha pempek Widya dimulai pada 2020 dari coba-coba, terinspirasi dari sang suami yang berprofesi sebagai pemasok produk perikanan.

Awalnya, pempek buatan Widya hanya dijual ke teman-teman dekat.

Namun, berkat ketekunan dan eksperimen resep selama setahun, produknya kini semakin dikenal luas.

"Saat itu hanya coba-coba saja karena memang sering lihat suami bawa bahan ikan. Akhirnya saya coba olah, dan lama-lama ketemu resep yang cocok," ujar Widya, Kamis (7/8/2025).

Pada akhir 2023, Widya aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan yang diselenggarakan oleh komunitas UMKM serta Rumah BUMN binaan BRI di Jakarta.

Pelatihan, baik daring maupun luring, memberinya wawasan baru tentang pengelolaan bisnis, pemasaran digital, hingga legalitas produk.

“Pelatihan itu hampir setiap hari ada, kadang online, kadang offline. Kami diajarkan bikin akun e-commerce, TikTok, hingga bagaimana caranya ekspor," ungkapnya.

"Materi yang paling saya suka dan sangat membantu adalah yang tentang bagaimana berjualan di e-commerce, bagaimana mem-branding produk," imbuh Widya.

Baca Juga: BRImo Jadi Kunci Sukses: BRI Catat Pertumbuhan DPK dan Laba Solid di Semester I 2025

Kini, Kreasi Nyobi memproduksi pempek dalam dua kategori: frozen dan ready-to-eat.

Untuk acara, Widya menyediakan paket pondokan seharga Rp12.000 dengan isi tiga pempek.

Sementara itu, harga per pempek berkisar Rp4.000, dengan kapasitas produksi mencapai 4.000 potong.

Selain dijual langsung dan melalui reseller, pempek Widya juga sering hadir di berbagai acara komunitas UMKM dan BUMN, yang membantu meningkatkan penjualan sekaligus memperluas jejaring bisnis.

Usahanya kini dijalankan oleh tim kecil berisi tiga orang di bagian produksi dan satu orang tambahan di bagian operasional.

Dalam sebulan, omzet yang dihasilkan mencapai Rp10-15 juta.

"Belum ambil keuntungan besar, masih putar modal semua. Tapi ke depannya saya ingin punya toko offline. Cuma memang butuh dana yang cukup besar," tambah Widya.

Kisah Widya membuktikan bahwa program Rumah BUMN BRI sangat efektif memberdayakan pengusaha mikro untuk tumbuh dan berkembang.

Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi menjelaskan, BRI terus menjalankan berbagai program pemberdayaan UMKM.

Hingga akhir Juni 2025, BRI mengelola 54 Rumah BUMN dan telah melaksanakan lebih dari 16 ribu pelatihan.

"Kami percaya, semakin banyak UMKM yang tumbuh dan berkembang, maka akan semakin kuat pula fondasi perekonomian bangsa," tutup Agustya. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#rumah BUMN #BRI #pemberdayaan #naik kelas #BBRI #umkm