RADARSOLO.COM-Kenes Lalita, sebuah jenama (brand) busana anak asal Jepara, Jawa Tengah, sukses mencuri perhatian pasar dengan mengusung konsep unik: memadukan unsur tradisi Nusantara dengan desain modern yang ramah anak.
Berdiri sejak tahun 2022, usaha ini tidak hanya sekadar menjual pakaian, namun menawarkan cerita dan nilai budaya di setiap helai kainnya.
Pemilik Kenes Lalita, Effy Retno Indarwati menuturkan, bisnis ini lahir dari inspirasi sederhana, yakni kecintaannya pada sang buah hati yang bernama Kenes.
“Awalnya sangat sederhana, saya ingin membuat pakaian anak yang tidak hanya cantik dipandang, tetapi juga nyaman dipakai, fungsional, dan punya nilai cerita. Sebagai fashion designer, saya melihat peluang untuk menghadirkan busana anak yang dibuat dengan hati,” bebernya.
Pesona "Gempita Wastra"
Salah satu kunci kesuksesan Kenes Lalita adalah koleksi andalan mereka bertajuk Gempita Wastra.
Koleksi ini menjadi favorit pelanggan karena inovasinya dalam mengemas kain tradisional (wastra) seperti batik ke dalam potongan baju anak yang stylish dan formal, namun tetap nyaman untuk aktivitas sekolah maupun acara keluarga.
Keunggulan lainnya terletak pada opsi personalisasi, yang membuat setiap produk terasa eksklusif bagi pemakainya.
Untuk memperluas jangkauan pasar, Effy gencar memanfaatkan kanal digital.
Produk Kenes Lalita kini mudah ditemukan di berbagai marketplace seperti Shopee dan Tokopedia, serta media sosial Instagram, Facebook, dan TikTok.
Selain itu, kemudahan transaksi juga menjadi prioritas dengan adopsi layanan perbankan dari BRI, termasuk penggunaan QRIS BRI dan mesin EDC BRI yang mempercepat proses pembayaran pelanggan.
Naik Kelas Bersama LinkUMKM
Baca Juga: Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun hingga Akhir 2025
Di balik kesuksesan produknya, Effy menyadari bahwa kreativitas saja tidak cukup. Tantangan bisnis yang kompleks mendorongnya untuk bergabung dalam ekosistem LinkUMKM dari BRI.
“Yang membuat saya tertarik adalah konsepnya. LinkUMKM tidak hanya sebagai platform, tetapi ruang belajar. Di sini saya didorong untuk mengevaluasi brand, memperkuat storytelling produk, serta lebih percaya diri dalam memasarkan Kenes Lalita,” jelasnya.
Berkat pelatihan dan fitur Self Assessment di LinkUMKM, Effy mengaku pengelolaan bisnisnya kini lebih terstruktur, mulai dari manajemen hingga strategi pemasaran.
Hasilnya, pesanan kian stabil dan kesadaran merek (brand awareness) Kenes Lalita terus meningkat.
Dukungan Penuh BRI
Corporate Secretary BRI Dhanny mengapresiasi langkah Kenes Lalita yang memadukan kreativitas dengan disiplin manajemen. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi BRI dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan.
“Kenes Lalita menunjukkan bahwa penguatan UMKM membutuhkan keseimbangan antara kualitas produk dan konsistensi strategi bisnis. Melalui LinkUMKM, BRI berkomitmen menyediakan ruang pendampingan agar pelaku usaha dapat terus tumbuh dan naik kelas secara berkelanjutan,” pungkas Dhanny. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono