RADARSOLO.COM – Rumah Sakit Dr Oen Kandang Sapi merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-93 dengan suasana berbeda. Jika biasanya perayaan digelar di dalam area rumah sakit, kali ini acara diselenggarakan di Taman Balekambang, Minggu (1/2).
Perayaan dilakukan dengan seremoni potong kue yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo Retno Erawati, sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang RS Dr Oen Kandang Sapi dalam melayani kesehatan masyarakat.
Direktur RS Dr Oen Andi Wibawanto mengatakan, peringatan HUT sebenarnya jatuh pada 29 Januari, namun perayaannya digelar kemudian dengan konsep yang lebih inklusif. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Together in Gratitude” atau bersama dalam syukur.
“Ini perayaan ulang tahun ke-93 RS Dr Oen Kandang Sapi. Kami rayakan dengan suasana baru di luar rumah sakit supaya lebih banyak yang bisa datang. Tema kali ini adalah together in gratitude, bersama dalam syukur atas usia 93 tahun,” ujar Andi.
Menurutnya, RS Dr Oen telah tumbuh menjadi keluarga besar lintas generasi. Karena itu, seluruh elemen rumah sakit diundang, mulai dari karyawan aktif, para dokter, hingga relasi yang selama ini bekerja sama dengan RS Dr Oen.
“Rumah sakit ini sudah menjadi sebuah keluarga besar lintas generasi. Semua kami undang, mulai dari karyawan yang masih aktif, teman-teman dokter, hingga relasi,” tambahnya.
Perayaan HUT ke-93 tersebut semakin meriah dengan penampilan spesial dari IR Band. Band ini beranggotakan tenaga IGD RS Dr Oen, serta Solo Doctors Band yang berisi dokter-dokter dari berbagai rumah sakit. Selain itu, Mixolydian turut hadir sebagai bintang tamu.
Dalam acara tersebut juga dibagikan berbagai doorprize kepada para peserta, dengan hadiah utama sepeda.
Andi berharap, momentum ulang tahun ini dapat memperkuat soliditas internal rumah sakit sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Harapannya RS Dr Oen makin solid di internal dan bisa melayani masyarakat dengan lebih baik. Kami bersama-sama meningkatkan mutu pelayanan demi kesehatan dan pelayanan pasien yang lebih optimal,” tegasnya. (alf/nik)
Editor : Niko auglandy