Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Fashion and Luncheon Hadir Di The Sunan Hotel Solo, Angkat Tenun Dan Lurik Dalam Balutan Kartini

Alfida Nurcholisah • Rabu, 15 April 2026 | 19:49 WIB
The Sunan Hotel Solo menggelar peragaan busana dalam gelaran Fashion and Luncheon, Rabu (15/4). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
The Sunan Hotel Solo menggelar peragaan busana dalam gelaran Fashion and Luncheon, Rabu (15/4). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Semangat pelestarian budaya lokal kembali diangkat melalui gelaran Fashion and Luncheon yang diselenggarakan The Sunan Hotel Solo, Rabu (15/4).

Mengusung tema Kartini, acara tersebut memadukan peragaan busana dengan jamuan makan siang yang dikemas elegan yang penuh makna kebudayaan.

General Manager The Sunan Hotel Retno Wulandari menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari agenda rutin hotel sejak 2004.

Konsepnya menghadirkan peragaan busana yang dilakukan table to table, di mana para model menampilkan karya fashion langsung di hadapan tamu sembari menikmati hidangan makan siang yang telah disesuaikan dengan tema.

“Bulan ini kami mengangkat tema Kartini bertepatan dengan April. Kami ingin menonjolkan muatan lokal Solo Raya, yaitu lurik, dengan berkolaborasi bersama Lurik Prasojo milik Mbak Maharani,” ujarnya.

Baca Juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini 15 April 2026 Naik Lagi Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Terbaru!

Dalam kesempatan tersebut, pihak hotel juga memberikan penghargaan Kartini 2026 kepada dua perempuan inspiratif Kota Solo.

Mereka adalah Maharani Setyawan sebagai penggerak UMKM berbasis budaya, serta Widya Rosena yang aktif mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif melalui Pasar Pasaran di Balaikambang belum lama ini.

"Acara ini juga dilengkapi sajian khas Jepara serta dessert dan beverage yang dirancang dengan konsep ramah perempuan, sesuai dengan tema Kartini," imbuhnya.

Baca Juga: Combiphar melalui Brand Maltofer Mendorong Generasi Sehat dan Cerdas melalui  Kampanye #ZatBesiPasBekerjaCerdas

Selain itu, para pengunjung juga dapat melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin.

Sementara itu, Pengelola Lurik Prasojo Maharani Setyawan mengungkapkan, dalam peragaan tersebut pihaknya menghadirkan dua koleksi, masing-masing terdiri dari lima desain.

Koleksi pertama menonjolkan lurik agar tampil lebih elegan dan dapat digunakan kalangan menengah ke atas. Sedangkan koleksi kedua menyasar generasi muda agar lebih mencintai produk lokal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bangga saja tidak cukup, tapi harus dipakai. Lurik bisa menjadi identitas budaya Indonesia yang relevan untuk semua kalangan,” jelasnya.

Dia juga menambahkan, karya Lurik Prasojo telah tampil di ajang internasional seperti Paris City Fashion Week dan Milan City Fashion Week, sebagai bagian dari upaya membawa kain tradisional Indonesia ke panggung global.

"Waktu itu saya menenun dengan serat benang bersertifikat halal, itu yang bisa membawa lurik go internasional," imbuh Maharani.

Melalui kegiatan ini, Retno berharap dapat terus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Kota Solo sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.

Brand lokal bukan sekadar gaya, tetapi juga soal identitas, keberpihakan, dan kemanfaatan agar memiliki tempat di negeri sendiri,” pungkasnya. (alf/nik)

Editor : fery ardi susanto
#Kartini #Fashion and Luncheon #fashion show #The Sunan Hotel Solo