RADARSOLO.COM – Pemprov Jateng bersiap menggelar event ekonomi akbar bertajuk Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang akan dipusatkan di Hotel PO Kota Semarang pada 11–12 Mei 2026.
Ajang strategis ini dirancang sebagai jembatan pertemuan antara puluhan investor potensial dengan peluang investasi emas di Jawa Tengah.
Tidak hanya fokus pada modal besar, kegiatan ini juga disinergikan dengan UMKM Grande 2026 yang akan memamerkan produk-produk kelas dunia hasil kurasi ketat guna mendorong penetrasi pasar internasional.
Baca Juga: Ahmad Luthfi Dampingi Prabowo Kunjungi Sekolah di Cilacap, Para Siswa Respons Positif Program MBG
Penjajakan Investasi Melalui One-on-One Meeting
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah Sakina Rosellasari mengungkapkan, hingga saat ini sudah terdapat 30 calon investor yang terverifikasi dan siap hadir.
Pemprov Jateng akan memfasilitasi pertemuan mendalam guna memastikan minat tersebut berlanjut pada komitmen yang nyata.
Sakina menegaskan bahwa proses verifikasi dilakukan dengan teliti agar setiap peluang usaha yang ditawarkan tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
“Untuk investornya sudah terdata sekitar 30, dan ini akan kami tindak lanjuti melalui one-on-one meeting. Kami sudah melakukan verifikasi dan sebagian sudah menunjukkan kepeminatan,” kata Sakina Rosellasari usai melakukan audiensi dengan Gubernur di Semarang, Kamis (30/4/2026).
Ia memiliki target besar agar forum tersebut mampu membuahkan komitmen investasi tertulis atau letter of interest (LoI) dari para pengusaha yang hadir.
Selain itu, pameran UMKM yang menyertai forum ini diharapkan menjadi ajang unjuk gigi produk lokal.
Baca Juga: Melalui Sistem Merit, Gubernur Ahmad Luthfi Lantik 27 Pejabat di Jateng
“Ini menjadi kesempatan bagi UMKM Jawa Tengah untuk promosi, sekaligus membuka peluang kemitraan dengan pelaku usaha dari provinsi lain,” pungkasnya.
Kurasi Ketat UMKM Siap Ekspor
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah M. Noor Nugroho memaparkan bahwa sebanyak 75 UMKM terpilih akan memeriahkan UMKM Grande 2026.
Produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil seleksi yang mempertimbangkan kapasitas produksi dan konsistensi kualitas.
Hal ini sangat krusial mengingat banyak di antara produk tersebut yang mulai diarahkan untuk memenuhi standar pasar ekspor.
Mulai dari sektor fesyen, furnitur, hingga komoditas kopi unggulan.
Baca Juga: Sirnas Padel 2026 Sukses Digelar, Ahmad Luthfi: Ajang Pengembangan Atlet dan Sport Tourism
“Ada sekitar 75 UMKM yang sudah kita kurasi. Produknya beragam, mulai dari fesyen, wastra, kerajinan, home decor, furnitur, hingga kopi,” kata M. Noor Nugroho.
Ia menjelaskan bahwa Bank Indonesia sangat memperhatikan kesiapan para pelaku usaha untuk menembus pasar yang lebih luas.
Melalui pameran ini, kualitas produk Jawa Tengah diuji agar tetap kompetitif dan memenuhi standar global yang telah ditetapkan.
Sinergi Strategis dengan Raker Gubernur MPU
Penyelenggaraan CJIBF dan UMKM Grande tahun ini semakin istimewa karena bertepatan dengan Rapat Kerja Gubernur Mitra Praja Utama (MPU) yang dijadwalkan dihadiri oleh 10 gubernur dari berbagai provinsi.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melihat hal ini sebagai momentum emas untuk memperkenalkan potensi Jawa Tengah secara kolektif kepada para pimpinan daerah lainnya, sekaligus mempererat kerja sama ekonomi antardaerah di Indonesia.
Baca Juga: Dorong Produksi Susu Jateng, Gubernur Luthfi Usulkan Penyelenggaraan Kontes Sapi Perah
Gubernur meminta jajarannya untuk mengatur agenda sedemikian rupa agar para tamu kenegaraan dapat meninjau langsung capaian investasi dan kualitas produk UMKM Jateng.
“Udah bagus. Itu kan bareng dengan acara Gubernur MPU, coba diatur sekalian agar bisa diajak ke acara CJIBF. Nah kalau ada gala dinner juga ya bisa digabungkan,” ujar Luthfi.
Dengan penggabungan agenda ini, Jawa Tengah optimis dapat memposisikan diri sebagai destinasi investasi yang ramah sekaligus pusat produk unggulan yang layak diperhitungkan di tingkat nasional maupun mancanegara. (*)
Editor : Tri Wahyu Cahyono