Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perkuat Jaringan KDMP, Pemprov Jateng Gandeng Sejumlah BUMN

Alfida Nurcholisah • Kamis, 7 Mei 2026 | 18:15 WIB
Lokakarya KDMP di salah satu hotel di Semarang, Rabu (6/5). (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Edi Bramiyanto saat lokakarya KDMP di salah satu hotel di Semarang, Rabu (6/5). (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mencatat progres pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) mencapai 73 persen.

Angka ini disebut melampaui target nasional sebesar 60 persen. Selain itu, pemprov juga mendorong perluasan jaringan KDMP, melalui kerja sama dengan berbagai instansi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng Edi Bramiyanto menjelaskan, total target koperasi sebanyak 8.523 unit.

Saat ini, progresnya sudah 73 persen atau 6.271 unit yang berbadan hukum dan aktif dalam pengembangan usaha.

Baca Juga: Kurs Rupiah Hari Ini 6 Mei 2026 Menguat, Sentuh Rp17.390 per Dolar AS di Awal Perdagangan

“Progres KDMP terus berjalan. Saat ini sudah 73 persen dari 8523 unit yang ada di Jateng. Sudah ada 6.271 unit,” jelas Edi dalam lokakarya di Aston Inn Pandanaran Semarang, Rabu (6/5).

Edi menegaskan, akan terus mengoptimalkan progres pembangunan yang tersisa 27 persen. “Ini tugas kami dan kabupaten/kota,” imbuhnya.

Di sisi lain, Pemprov Jateng terus menggenjot jaringan usaha koperasi melalui kerja sama dengan sejumlah BUMN. Seperti Bulog, Pertamina untuk pasokan elpiji, hingga pupuk subsidi.

Baca Juga: Duh, KDMP 15 Kelurahan di Karanganyar Terkendala Aset

“Kami sudah kontak bisnis dengan teman-teman BUMN. Memang ada momen yang belum sesuai harapan, tapi koordinasi terus berjalan,” jelasnya.

Edi menambahkan, saat pelaksanaan gerakan pangan murah (GPM), proses distribusi barang berjalan lancar. Sekira 400 KDMP di Jateng telah mendapat dukungan distribusi minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya.

Selain itu, Pemprov Jateng juga mendorong koperasi agar lebih berkembang di sektor riil. Bisa dengan memutar modal yang ada melalui perbankan.

“Anda bergeraklah di bidang sektor produktif dan sektor riil. Karena sektor itu yang memberikan kembalinya modal lebih cepat,” bebernya.

Terkait modal koperasi, saat ini masih berasal dari simpanan pokok dan wajib anggota. Nominalnya bervariasi, mulai Rp 5 ribu-Rp 30 ribu per anggota.

“Memang modal itu Rp 34,6 miliar dari 8.523 koperasi yang terdiri dari simpanan pokok dan simpanan wajib. Simpanan pokok dan wajib itu berbeda Ada yang Rp 5 ribu-Rp 30 ribu,” jelasnya.

Edi mencontohkan salah satu koperasi di Kelurahan Dadapsari, Semarang yang berkembang dari modal awal Rp 500 ribu. Hingga kini perputaran usahanya mencapai Rp 450 juta.

“Kami ingin teman-teman pengurus seperti ini,” harapnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#jaringan kdmp #pemprov jateng #KDMP #bumn #Koperasi Desa Merah Putih