Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Rupiah Anjlok, Presiden Prabowo Sebut Orang Desa Enggak Pakai Dolar, Pengamat Ekonomi Beber Faktanya

Tri wahyu Cahyono • Sabtu, 16 Mei 2026 | 20:21 WIB
Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN) 
Presiden Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE SEKRETARIAT PRESIDEN) 

RADARSOLO.COM-Presiden Prabowo Subianto memberikan respons atas melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Menurut Prabowo, fondasi ekonomi makro Indonesia masih berada dalam posisi yang tangguh.

Baca Juga: Di saat Rupiah Ambruk, Potongan Video Presiden B.J Habibie yang Putuskan Stop Pembuatan Pesawat N250 dan Fokus Pemulihan Ekonomi Viral

Sektor pangan dan kedaulatan energi domestik dinilai menjadi bantalan utama yang mampu meredam guncangan eksternal tersebut.

Prabowo melihat ada indikator riil yang sering kali luput dari kalkulasi pengamat keuangan, yakni kekuatan daya beli dan ketahanan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput, khususnya warga yang bermukim di wilayah pedesaan.

“Sekarang ada yang selalu bilang Indonesia akan collapse, akan chaos, rupiah begini, dolar begini. Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok,” ujar Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). 

Tapi apa kata pengamat ekonomi dan analisis pasar modal Ferry Latuhihin? 

“Itu salah pak,” ujarnya dalam video yang diunggah akun X @taufik_q.

“Kalau dolar naik pak, semua orang kena pak. Bukan cuma orang desa aja ya pak. Orang utan juga kena pak. Bapak inget, impor BBM itu bayar pakai apa pak? Kalau bukan dolar. Kalau dolar naik, apalagi harga minyak naik, semua orang kena pak,” beber Ferry

“Dolar naik, harga minyak naik, emang produksi enggak pakai minyak pak? Itu akan dipastur ke harga konsumen akhir. Sampai sekarang minyak goreng aja pak, itu sudah naik 25%, Bro. Yang harga Rp36 ribu sudah Rp45.000. Itu akibat dolar naik dan harga minyak naik,”.

Baca Juga: Rupiah Sentuh Level Terendah, Presiden Prabowo: Rakyat Desa Nggak Pakai Dolar Kok

“Kita membayar minyak yang kita impor, itu dalam dolar pak. Ya, apakah memang itu orang desa enggak pakai minyak goreng? Kan pakai minyak goreng pak. Dimana-mana orang pake minyak goreng,”.

“Belum lagi pak gula yang kita masih impor. Belum lagi pak yang namanya kacang kedelai untuk tahu-tempe. Yang dimakanan orang kampung, orang desa,”.

“Itu kalau kita impor, kita bayar dalam dolar pak. Belum lagi jagung, belum lagi beras kalau kita masih impor. Itu kan semua dalam dolar pak.

Baca Juga: Update Klasemen Liga 1 Usai Persija Jakarta Kalahkan Persik Kediri, Posisi Persib Bandung dan Borneo FC Tetap Tak Tak Bisa Disalip

“Jadi bapak salah. Kalau bapak bilang, orang kampung, orang desa tidak pegang dolar, kok enggak berpengaruh pada mereka. Memang mereka tidak pegang dolar, ya. Pegang rupiah juga kadang-kadang kok, namanya orang desa, ya. Enggak punya income apa-apa. Tapi kalau bapak bilang, orang desa tidak pegang dolar, dan tidak menjadi korban daripada dolar, bapak salah,”. (wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#pengamat ekonomi dan analisis pasar modal Ferry Latuhihin #museum ibu marsinah #presiden prabowo subianto #rupiah melemah