Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Tutup Solo Champions and Impact Festival, Respati: Ubah Pola Bisnis, Jangan sekadar Kejar Omzet

Alfida Nurcholisah • Minggu, 12 Juli 2026 | 18:32 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi saat penutupan Solo Champions and Impact Festival, Minggu (12/7). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
Wali Kota Solo Respati Ardi saat penutupan Solo Champions and Impact Festival, Minggu (12/7). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Wali Kota Solo Respati Ardi ingatkan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), agar segera mengubah pola bisnis supaya bertahan di tengah himpitan ekonomi.

Hal ini disampaikannya saat penutupan Solo Champions and Impact Festival yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Solo dan STIE di Solo Square, Minggu (12/7).

Menurut Respati, kondisi ekonomi saat ini menuntut pelaku usaha lebih adaptif, konsisten, dan mampu membaca perubahan pasar.

Dia menilai, tantangan ekonomi semakin berat. Ditandai dengan menurunnya kelas menengah serta perubahan perilaku konsumen yang harus direspons pelaku usaha.

Baca Juga: BRI Perkuat Sistem Keamanan Rekening, Nasabah Diminta Rutin Bertransaksi Untuk Jaga Rekening Tetap Aktif

“Realita pahit saat ini, bisnis UMKM di dua tahun pertama 25 persen bangkrut, dan tahun ketiga 80 persen UMKM tutup. UMKM harus mengubah pola lama, agar lebih konsisten dengan pasar yang ada. HIPMI harus mengajak UMKM naik kelas dan berdampak bagi masyarakat,” pesan Respati.

Respati menambahkan, kondisi ekonomi yang terus menghimpit kelas menengah justru harus menjadi momentum bagi para pengusaha untuk memperkuat fondasi bisnis.

Menurutnya, pengusaha yang mampu beradaptasi akan berkembang, sedangkan yang tidak siap-siap tertinggal.

Respati juga mengapresiasi HIPMI Solo yang mulai mengubah orientasi program organisasinya menjadi lebih berdampak. Menurutnya, setiap kegiatan harus memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha, bukan sekadar menjadi ajang seremonial.

Baca Juga: Daya Beli Masyarakat Lesu, Harga Emas Kembali Merangkak Naik

Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Solo Wahyu Adi Wibowo mengatakan kegiatan tersebut untuk membangun standar baru dalam pembinaan UMKM.

Bowo menambahkan, pelatihan tidak cukup hanya berorientasi pada kenaikan omzet, tetapi harus membuat pelaku usaha memahami kondisi bisnisnya.

“Data adalah bahasa bisnis hari ini. Teman-teman UMKM harus tahu posisi usahanya, sebelum berpikir melakukan ekspansi,” ujarnya.

Program tersebut diikuti 50-60 peserta pada masing-masing kategori, sebelum melalui proses kurasi. Pada kategori foodpreneur, tersisa enam finalis. Sedangkan kategori UMKM menyisakan sembilan finalis.

“Tiga UMKM terbaik akan memperoleh fasilitasi pengembangan usaha senilai Rp100 juta. Kemudian untuk semua finalis kategori UMKM, mendapat pendampingan selama dua tahun,” bebernya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Solo Champions and Impact Festival #HIPMI Solo #Respati Ardi #umkm