Mampu Produksi 500 Kg Per Hari, UMKM Gula Merah Khas Sumenep Tembus Pasar Madura Berkat Dukungan KUR BRI

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 18:19 WIB
Rosidah, warga Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mampu menghidupkan ekonomi keluarga dan lingkungannya lewat produksi gula merah. (DOK.BRI)
Rosidah (kiri), warga Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mampu menghidupkan ekonomi keluarga dan lingkungannya lewat produksi gula merah. (DOK.BRI)

RADARSOLO.COM-Asap tipis membubung dari dapur produksi sederhana di Desa Pragaan Laok, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Di tengah aroma manis gula merah yang khas, Rosidah, 50, dengan cekatan mengaduk adonan di atas tungku besar.

Ia telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk melestarikan kuliner tradisional tersebut.

Bagi Rosidah, gula merah bukan sekadar komoditas dagang, melainkan bagian dari perjalanan hidupnya.

Baca Juga: BRI Jadi Motor Utama Penyaluran KUR Perumahan, Pemerintah Apresiasi Kinerja Dukung Program 3 Juta Rumah

Sejak 2006, ia merintis usaha gula merah khas Madura dengan memanfaatkan nira dari pohon siwalan atau lontar yang tumbuh subur di wilayah Sumenep.

Dua dekade lalu, perjalanan usahanya tak langsung berjalan mulus.

Pada awal merintis, Rosidah dihadapkan pada keterbatasan alat produksi yang sangat tradisional serta permodalan yang sering kali tersendat.

"Alhamdulillah seiring berjalannya waktu, kualitas gula merah buatan saya mulai dilirik konsumen. Permintaan mulai berdatangan," ungkap Rosidah.

Lompatan besar dalam bisnis Rosidah terjadi pada 2016 saat permintaan pasar melonjak drastis.

Baca Juga: Berawal dari Warisan Keluarga, KAINRATU Bawa Tenun Troso Jepara Tembus Pasar Global Bersama Rumah BUMN BRI

Untuk memperkuat modal kerja, ia memutuskan mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BRI Unit Pragaan.

"Saya sudah lama jadi nasabah BRI, tapi baru tahun 2016 itu memberanikan diri mengajukan pinjaman KUR. Prosesnya cepat dan tim dari BRI sangat responsif," jelasnya.

"Saya memilih KUR ini karena selain bunganya rendah juga tidak ada agunan. Jadi cocok untuk usaha kecil seperti saya," imbuh Rosidah.

Setelah pinjaman pertama lunas dengan rekam jejak bersih, Rosidah kembali mengajukan pinjaman tahap kedua sebesar Rp50 juta.

Kepercayaan ini terus berlanjut hingga tahun 2024, di mana BRI kembali mengucurkan dana KUR dengan nilai yang lebih besar.

Baca Juga: Pacu Transformasi Digital Ekosistem Danantara, Transaksi QRIS BRI Melonjak 76 Persen pada Triwulan I 2026

"KUR BRI ini sangat bermanfaat bagi kami. Khususnya untuk penyediaan bahan baku, peralatan produksi agar bisa memenuhi permintaan," tandasnya.

Intervensi modal dari KUR BRI membawa dampak signifikan pada kapasitas produksi gula merah milik Rosidah.

Sebelum mendapatkan dukungan KUR BRI, rata-rata produksinya berada di kisaran 200 kilogram per hari.

Kini, skala produksinya melonjak pesat mencapai 500 kilogram per hari.

Pertumbuhan usaha ini turut memberi dampak positif bagi perekonomian warga sekitar melalui penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: Dari Dapur Rumah hingga Tembus Ekspor: Kisah Lince Sulastri Kembangkan Camilan Sehat Sahate Lewat LinkUMKM BRI

"Alhamdulillah kami juga bisa membantu warga sekitar. Selain menerima hasil bahan baku dari mereka, kami juga membantu menyerap tenaga kerja. Jika awal-awal saya merintis usaha ini saya kerjakan sendiri, saat ini pekerja saya ada 6 orang," ungkap dia.

Jangkauan pemasaran gula merah Rosidah kini telah meluas melintasi batas kabupaten. Mencakup wilayah Pamekasan, Sampang, hingga Bangkalan.

Pemasaran berjalan praktis di mana para pemilik toko cukup memesan melalui telepon, lalu pengiriman logistik dilakukan secara rutin.

Peningkatan omzet usaha ini tak hanya menyehatkan finansial keluarga Rosidah, tetapi juga mengantarkan kedua anaknya membuka usaha di Kota Surabaya.

Bagi Rosidah, kemitraan dengan BRI dirasakan sangat dekat layaknya keluarga melalui kunjungan rutin dan pendampingan petugas lapangan.

Baca Juga: Tekan Emisi Karbon dan Cegah Abrasi, BRI Peduli Gandeng Petani Karawang Tanam Puluhan Ribu Mangrove

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengungkapkan, BRI secara konsisten memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah guna mendorong produktivitas dan memperkuat sektor riil nasional.

Komitmen tersebut dibuktikan dari realisasi penyaluran KUR BRI hingga Juni 2026 yang tercatat mencapai Rp103,81 Triliun, atau setara 54,63% dari total kuota KUR BRI tahun ini sebesar Rp190 Triliun.

Mayoritas penyaluran tersebut didominasi oleh sektor-sektor produktif dengan porsi mencapai 75,02%.

“Kisah Rosidah membesarkan usaha Gula Merah di Sumenep jadi kisah inspiratif dari pelaku UMKM yang memanfaatkan KUR sebagai akses permodalan usaha dan terus berkembang melalui pemberdayaan BRI," tutur Akhmad.

"Semoga kisah ini menjadi kisah inspiratif yang dapat direplikasi oleh pelaku UMKM lainnya di berbagai wilayah di Indonesia,” pungkas dia. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : BRI
BRI KUR BBRI Pemberdayaan UMKM kredit usaha rakyat