RADARSOLO.COM - Panorama lautan luas sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari keseharian warga yang mendiami kawasan kepulauan.
Dengan letak pemukiman yang terpisah-pisah, mobilitas antardesa di daerah ini kerap memerlukan durasi dan perjuangan tersendiri.
Kondisi tersebut dialami langsung oleh Andrew Christy Darea saat mengemban amanah sebagai Mantri BRI Unit Beo di bawah naungan Kantor Cabang Tahuna.
Tugasnya tidak main-main, dia memberikan pelayanan kepada ratusan nasabah peminjam yang tersebar di belasan desa di kawasan Kepulauan Talaud.
Baca Juga: Dorong Kemandirian Ekonomi, BRI Bekali PMI di Taiwan Pelatihan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan
Demi menyambangi para nasabah tersebut, Andrew harus menembus jalur darat sejauh puluhan kilometer yang memakan waktu hingga dua jam perjalanan.
Situasi kian menantang kala musim hujan tiba, lantaran akses jalan yang belum teraspal berubah menjadi kubangan lumpur yang amat sukar melintasi.
Meski demikian, kehangatan, keramahan dan rasa kekeluargaan dari warga lokal di sepanjang rute perjalanan selalu berhasil mempererat keterikatan batin Andrew dengan daerah penugasannya.
“Saya memilih berkarier sebagai Mantri BRI karena ingin memiliki pekerjaan yang tidak hanya memberikan penghasilan kepada saya, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Hingga saat ini saya tetap bertahan karena setiap hari saya dapat melihat secara langsung perubahan kehidupan masyarakat yang berhasil mengembangkan usahanya berkat layanan BRI. Saya bahagia ketika nasabah yang dulunya memiliki usaha kecil kini mampu berkembang, meningkatkan pendapatan keluarga, dan membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain,” ujar Andrew.
Mayoritas pelaku UMKM yang berada dalam pengawalan Andrew berlatar belakang sebagai petani komoditas cengkih, pala, dan kelapa, di samping sektor lain seperti pedagang, nelayan, serta pengusaha mikro.
Dalam kunjungannya dari satu desa ke desa lainnya, Andrew tidak sekadar bertatap muka dengan bermacam-macam penggerak ekonomi lokal, tetapi juga terus memantau progress nasabah bimbingannya.
Momen perjumpaan itu dimanfaatkannya pula untuk bertukar pikiran seputar manajemen keuangan sekaligus mengedukasi mereka terkait pemanfaatan produk BRI, seperti platform BRImo dan metode pembayaran QRIS.
Kiprahnya selama ini membawa Andrew menjadi saksi hidup atas fase-fase pertumbuhan bisnis para nasabahnya.
Baca Juga: Tembus Medan Pegunungan Toraja Utara, Mantri BRI Elce Putri Buka Akses Keuangan Warga Desa
Ia melihat secara mendalam bagaimana bisnis yang awalnya digagas dengan modal minim, bertahap memperlihatkan kemajuan setelah mengantongi suntikan pembiayaan dan bimbingan berkesinambungan dari pihak BRI.
Dalam menjalankan tugas sehari-hari, Andrew senantiasa memegang teguh nasihat lama dari kedua orang tuanya agar selalu menuntaskan setiap tugas dan kewajiban secara totalitas.
“Bagi saya, menjadi Mantri BRI bukan sekadar pekerjaan, tapi sebuah pengabdian kepada masyarakat. Profesi saya mengajarkan tentang tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, kesabaran, dan pentingnya membangun kepercayaan. Melayani masyarakat di wilayah kepulauan membuat saya semakin memahami bahwa setiap orang memiliki perjuangan yang berbeda, sehingga mereka membutuhkan pelayanan yang tulus dan penuh kepedulian,” ungkap Andrew.
Baca Juga: Pelatihan Ekspor BRI Peduli Bantu UMKM Mebel Sukoharjo Tembus Pasar Spanyol dan Amerika Serikat
Di sisi lain, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, kisah Andrew menggambarkan dedikasi Mantri BRI yang hadir dekat dengan masyarakat, termasuk di wilayah kepulauan dengan akses yang tidak selalu mudah.
“Kedekatan antara Mantri dengan UMKM seperti inilah yang membuat BRI dapat memahami kebutuhan masyarakat dan terus mendampingi pelaku usaha agar dapat tumbuh secara berkelanjutan,” tutur Dhanny.
Editor : Syahaamah Fikria