RADARSOLO.COM – Langkah agresif memanjakan nasabah sekaligus memutus mata rantai rentenir alias “bank Plecit” terus digencarkan PT BPR BKK Karangmalang (Perseroda).
Bank milik pemerintah daerah ini tak sekadar menebar kemewahan dalam Gebyar Undian Gratis Berhadiah Tahun 2026, tetapi juga pasang badan membentengi para pelaku UMKM dan warga miskin lewat gelontoran Kredit Bunga 0 Persen.
Suasana perayaan Gebyar Undian yang berlangsung pada Selasa (8/9) terasa kian istimewa. Tidak hanya menyuguhkan hujan hadiah dengan total dana simpanan peserta menembus angka fantastis Rp 844,77 miliar.
Baca Juga: Siswinya Meninggal, Sekolah Rakyat Sragen Buka Suara
Acara tersebut menjadi panggung pembuktian nyata komitmen BPR BKK Karangmalang dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan di Bumi Sukowati.
Bupati Sragen Sigit Pamungkas yang hadir memberikan apresiasi tinggi atas efektivitas program Kredit Bunga 0 Persen.
Menurutnya, skema bersubsidi hasil kolaborasi Pemkab Sragen dengan bank daerah ini terbukti menjadi senjata paling ampuh untuk mematikan pergerakan pinjaman informal berbunga mencekik.
Baca Juga: Kantor BMT Dinar Mulia Karanganyar Digeledah Polisi, terkait Dana Nasabah Raib
”Kredit bunga 0 persen ini didistribusikan ke tiga bank daerah, termasuk BKK Karangmalang. Alokasi anggarannya proporsional dan serapannya sangat bagus. Masyarakat menyambut positif karena ampuh meringankan beban agar tidak terjerat bank thukul,” tegas Bupati Sigit.
Sigit mengungkapkan, Pemkab Sragen mengalokasikan anggaran subsidi bunga sekitar Rp 1 miliar. Meski angka subsidinya relatif terjangkau, efek daya dorongnya (leverage) luar biasa.
Plafon kredit bersih yang berhasil disalurkan langsung ke masyarakat dan pelaku usaha mikro melipat ganda hingga belasan miliar rupiah.
Baca Juga: Pemkab Karanganyar Warning Kades Tutup Celah Sengketa Hukum dalam Pilkades
Sementara itu, Plt Direktur Utama PT BPR BKK Karangmalang Suparno memaparkan rincian realisasi program hingga 31 Agustus.
Outstanding kredit bunga 0 persen di BPR BKK Karangmalang telah menyentuh angka Rp 3,3 miliar yang dimanfaatkan oleh 234 nasabah.
”Jika dihitung secara keseluruhan kapasitas yang disiapkan, batas plafonnya bahkan bisa menembus lebih dari Rp 5 miliar,” terang Suparno.
Baca Juga: Laka KA Majapahit Vs Pikap di Kalijambe Sragen, Sopir Diduga Kurang Konsentrasi
Fasilitas permodalan tanpa beban bunga ini secara khusus dibidikkan untuk masyarakat kelas ekonomi rentan yang masuk dalam kategori desil 1 dan desil 2, serta para petani melalui skema kredit usaha tani (kurtan).
Persyaratan yang ditetapkan sangat mempermudah warga, di mana pinjaman nominal tertentu disalurkan tanpa agunan. Penyalurannya pun disebar merata melalui seluruh jaringan kantor cabang BPR BKK Karangmalang se-Kabupaten Sragen. (din/adi)
Editor : Adi Pras