RADARSOLO.COM - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) mulai masif menjadi pemasok bahan baku di sejumlah satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Kota Solo.
Salah satunya ke SPPG Semanggi 2, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.
Pengelola SPPG Semanggi 2 Diansari Kusumadewi mengaku, dapurnya telah beroperasi sejak 15 Desember 2025.
Sejak awal berdiri, telah menggandeng 16 UMKM sebagai pemasok bahan baku MBG.
“Ada 16 UMKM yang terlibat. Kebanyakan dari Pasar Legi dan Pasar Gede. Kalau roti kami ambil dari UMKM dekat sini,” jelasnya, Senin (21/9).
Selain memperluas keterlibatan UMKM, aspek harga juga menjadi perhatian dalam pengadaan bahan pangan.
Diansari menyebut harga bahan yang dibeli relatif terjangkau karena dipantau langsung dari Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Solo tiap harinya.
Meski demikian, tidak sembarang UMKM digandeng.
Diansari memprioritaskan UMKM yang siap menukar barang sesuai standar kualitas yang ditentukan.
“Semisal kalau buah kami pilih supplier yang bisa ditukar, apabila ditemukan kondisinya kurang bagus,” bebernya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso saat kunjungan ke SPPG Semanggi 2, kemarin, mengapresiasi keterlibatan UMKM. Terutama sebagai supplier komoditas sayuran.
“Banyak UMKM yang terlibat untuk sayuran segala macam,” ungkapnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susantoSumber : Radar Solo