RADARSOLO.COM - Kebaya yang dikenakan 'Dasiyah' alias Dian Sastrowardoyo dalam film Gadis Kretek menarik perhatian publik karena terlihat berbeda dengan kebaya yang selama ini banyak dikenakan.
Kebaya dengan warna cenderung gelap itu ternyata bernama kebaya janggan. Berasal dari bahasa Jawa krama inggil 'jonggo', yang berarti leher.
Ya, kebaya janggan ini memang memiliki ciri khas pada bagian kerah yang tinggi dengan kancing di samping.
Dengan warna dan model tersebut, sekilas kebaya janggan ini mirip dengan berkap pada laki-laki.
Meski jarang ditemui di kalangan publik, namun kebaya janggan ini ternyata saat ini masih dipakai oleh abdi dalem putri keraton.
Kebaya janggan sendiri menyimpan makna yang mendalam. Dilansir dari Instagram @subengklasik, kebaya janggan memiliki riwayat yang panjang, yaitu mulai dari awal abad ke-19.
Saat Inggris menduduki Jawa pada 1811-1816, Gubernur Raffles yang terkenal dengan buku "History Of Java" mencatat, saat itu laki-laki dan perempuan Jawa gemar berpakaian bagus dan berdandan.
Bahkan, mereka bisa sangat boros hanya untuk membeli wastra berkualitas yang akan dipakai dalam acara tertentu.
Visual pertama kebaya janggan bisa ditemukan dalam buku "History Of Java" cetakan kedua. Telihat perempuan yang mengenakan selendang dan kain sarung dengan kebaya janggan berwarna hitam polos.
Kebaya janggan adalah bentuk akulturasi Eropa dan Jawa. Secara detail kebaya janggan menyerupai seragam kemiliteran di Eropa saat itu.
Kebaya janggan pada umumnya berwarna hitam, yang memiliki makna ketegasan, kesederhanaan, dan kedalaman.
Nah, film Gadis Kretek yang kini ramai dibicarakan publik secara tak langsung juga mengangkat kembali pamor kebaya janggan.
Apalagi kebaya itu juga kerap dikenakan Dian Sastrowardoyo di sejumlah kesempatan. Termasuk, saat pemutaran Gadis Kretek di Busan International Film Festival 2023, Korea Selatan, beberapa waktu lalu.
Kini, beberapa toko fashion pun mulai mengeluarkan koleksi kebaya janggan untuk mengikuti tren pasar. Ada yang tertarik memakainya? (nda/ria)
Editor : Syahaamah Fikria