Sasquatch: Legenda, Bukti, dan Kontroversi Makhluk Misterius Mirip Monyet Besar
Perdana Bayu Saputra• Sabtu, 8 Maret 2025 | 02:35 WIB
Ilustrasi Sasquatch
RADASOLO.COM - Dari hutan-hutan Amerika Utara dan berbagai tempat, legenda tentang makhluk berbulu raksasa yang berjalan tegak telah menarik perhatian banyak orang.
Sasquatch atau Bigfoot, sering kali disebut sebagai salah satu makhluk kriptid paling terkenal dalam sejarah.
Dengan jejak kaki raksasa, laporan saksi mata, serta rekaman video yang masih diperdebatkan keasliannya, Bigfoot tetap menjadi misteri yang belum terpecahkan.
Apakah makhluk ini benar-benar ada atau hanya sekadar mitos yang berkembang dari waktu ke waktu? Mari kita telusuri asal-usul, bukti, serta kontroversi yang mengelilingi Sasquatch dalam artikel ini.
Deskripsi Wujud Sasquatch
Sasquatch digambarkan sebagai primata dengan tinggi yang bervariasi antara 6 hingga 15 kaki (sekitar 2 hingga 4,5 meter), berjalan tegak dengan dua kaki.
Dengan tubuh berotot dan ditutupi oleh rambut berwarna hitam, cokelat tua, atau kemerahan.Beberapa laporan menyebutkan wajahnya lebih mirip manusia daripada kera.
Makhluk ini sering dikatakan mengeluarkan bau menyengat, bergerak tanpa suara, atau mengeluarkan jeritan bernada tinggi.
Jejak kaki yang ditemukan memiliki panjang hingga 24 inci (60 cm) dan lebar 8 inci (20 cm).
Penjelajah Inggris David Thompson sering disebut sebagai orang pertama yang tercatat menemukan jejak kaki Sasquatch pada tahun 1811.
Patung yang menggambarkan adegan serangan makhluk yang diperkirakan sasquatch di Museum Sasquatch - Blue Ridge, Georgia
Legenda Sasquatch semakin berkembang pada tahun 1924, setelah lima penambang emas mengaku mengalami serangan ganas oleh “manusia gorila” di sebuah ngarai yang kini dikenal sebagai Ape Canyon, di Gunung St. Helens, Washington.
Menurut cerita mereka, setelah melukai salah satu makhluk tersebut di siang hari, kelompok makhluk yang mereka sebut “setan gunung” kembali pada malam hari dan melempari kabin mereka dengan batu besar serta terus menabrak bangunan itu. Saat serangan berakhir di pagi hari, para penambang melarikan diri.
Meskipun cerita ini kemudian dibantah oleh penjaga hutan AS, yang membuktikan bahwa jejak kaki yang ditemukan adalah palsu, kisah ini tetap menyebar luas.
Tangkapan layar dari video milik Patterson-Gimlin tahun 1967
Popularitas legenda ini semakin meningkat pada pertengahan abad ke-20, terutama setelah munculnya rekaman terkenal Patterson-Gimlin tahun 1967, yang memperlihatkan sosok berbulu berjalan di tengah hutan California.
Upaya untuk membuktikan keberadaan Sasquatch
Sebuah kandang perangkap Sasquatch dibuat pada tahun 1947 yang terletak di Hutan Nasional Rogue River–Siskiyou, di bagian selatan Jackson County, Oregon, sekitar 5 km dari perbatasan California.
Kandang perangkap sasquatch yang berada di Hutan Nasional Rogue River–Siskiyou.
Perangkap ini dibangun oleh North American Wildlife Research Team (NAWRT), sebuah organisasi yang kini telah bubar dan berbasis di Eugene, Oregon.
Ide pembangunan perangkap ini muncul setelah Perry Lovell, seorang penambang yang tinggal di dekat Sungai Applegate, mengklaim menemukan jejak kaki sepanjang 18 inci (46 cm) di kebunnya.
NAWRT mengoperasikan perangkap ini selama enam tahun, dengan memasang umpan berupa bangkai hewan, tetapi hasilnya hanya menangkap beruang, bukan Bigfoot.
Meskipun legenda Sasquatch telah menjadi bagian dari budaya populer dan menarik minat banyak orang, bukti ilmiah yang mendukung keberadaannya masih belum memadai.Tanpa bukti fisik yang jelas, Sasquatch tetap menjadi makhluk legendaris dalam cerita rakyat Amerika Utara. (per)