RADARSOLO.COM - Pernahkah kamu berteriak dari atas gunung dan mendengar suaramu kembali?
Dalam kepercayaan rakyat Jepang, gema itu bukan sekadar fenomena alami biasa, itu adalah jawaban dari sosok gaib bernama Yamabiko, roh yang hidup di antara tebing, lembah, hutan dan pegunungan.
Baca Juga: Yokai Files 2: Oni, Iblis Bertanduk dalam Budaya Jepang
Mengenal Yamabiko
Yamabiko (山彦) secara harfiah berarti "gema gunung".
Ia adalah yokai misterius yang dipercaya tinggal di tempat-tempat sunyi seperti tebing, lembah terdalam, dan hutan pegunungan yang jauh dari jangkauan manusia.
Yamabiko dianggap sebagai yokai yang menjawab suara manusia dalam bentuk gema.
Yamabiko sering kali digambarkan sebagai makhluk berbulu dengan wajah seperti monyet, tubuh seperti anjing, dan telinga besar.
Baca Juga: Yokai Files 1: Kodama, Misteri Roh Penunggu Pohon di Jepang
Bagaimana Yamabiko Muncul dalam Kepercayaan Masyarakat Jepang?
Sebelum ilmu pengetahuan menjelaskan gema sebagai fenomena alam, masyarakat Jepang kuno mengaitkannya dengan makhluk gaib.
Suara yang memantul dari balik gunung dianggap sebagai jawaban dari roh yang tinggal disana. Dari kepercayaan inilah lahir keyakinan akan sosok yang kini dikenal sebagai Yamabiko.
Namun nama "Yamabiko" sendiri baru muncul dan digunakan secara luas pada zaman Edo, berkat dokumentasi dan ilustrasi dari peneliti yokai seperti Sawaki Sūshi dan Toriyama Sekien.
Sebelum itu, suara gema dianggap berasal dari makhluk tak dikenal atau fenomena mistis yang belum memiliki nama khusus.
Baru ketika para penggambar dan penulis yokai mulai menyusun katalog dan ilustrasi, bentuk dan nama Yamabiko mulai dikenali secara luas.
Baca Juga: Legenda Cigau: Singa Emas Misterius dari Sumatra yang Hampir Menghancurkan Satu Dusun
Yamabiko dalam Karya Klasik
Gambaran paling terkenal tentang Yamabiko berasal dari karya klasik Toriyama Sekien, seorang seniman dari abad ke-18.
Dalam buku ilustrasinya yang terkenal, Gazu Hyakki Yagyō, Sekien menggambarkan Yamabiko sebagai makhluk kecil yang tampak seperti anjing dengan wajah menyerupai monyet, sedang mengeluarkan suara gema dari mulutnya.
Penggambaran ini kemudian menjadi ikon visual Yamabiko dalam budaya Jepang hingga kini. (per)
Editor : Perdana Bayu Saputra