Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Profil Mikha Angelo, Suami Atlet Gregoria Mariska: Masuk Kuliah Musik di Usia 15 Tahun Tanpa Lewati Jenjang SMA

Syahaamah Fikria • Selasa, 17 Juni 2025 | 05:38 WIB

Mikha Angelo dan Gregoria Mariska.
Mikha Angelo dan Gregoria Mariska.


RADARSOLO.COM - Acara syukuran pernikahan atlet bulutangkis Gregoria Mariska dengan musisi Mikha Angelo di Patung Bedol Desa Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri pada Sabtu (14/6/2025), sukses bikin baper.

Di tengah rintik hujan, Gregoria menyampaikan pesan cintanya untuk Mikha Angelo, yang merangkum 7 tahun perjalanan asmara mereka hingga sampai di tahap paling bahagia. Yakni pernikahan.

"Hai love, siapa sangka interaksi kecil kita di Instagram bisa membawa kita sampai di sini. Dari pesan singkat hingga akhirnya kita memutuskan untuk berpacaran," ucap atlet bulutangkis yang akrab disapa Jorji itu.

"Enam tahun berlalu, hampir tujuh tahun, banyak hal yang aku belajar dari kamu," ucap Jorji penuh haru. Kamu menginspirasi aku untuk menjadi pribadi yang dewasa dan bijak, menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Aku bersyukur karena Tuhan mempertemukan kita," imbuh dia.

Kisah cinta Gregoria Mariska dan Mikha Angelo ini membutikan bahwa perbedaan profesi dan latar belakang tidak menghalangi kekuatan cinta.

Memiliki kekasih seorang atlet bulutangkis nasional yang harus menjalani jadwal latihan ketat di Pelatnas PBSI Cipayung dan pertandingan demi pertandingan di berbagai negara, tak menyurutkan rasa cinta Mikha.

Lantas, bagaimana dengan profesi Mikha Angelo sendiri sebagai musisi? Berikut profil lengkap suami Gregoria Mariska.

Profil Lengkap Mikha Angelo

 Mikha Angelo Brahmantyo lahir di Jakarta pada 8 November 1997.

Ia merupakan putra ketiga dari pasangan atlet tenis terkemuka, Lans Brahmantyo dan Yvone Imelda Hubner.

Mikha terlahir dalam keluarga yang sangat dekat dengan musik.

Sejak kecil, ia dan kedua kakak laki-lakinya, Mada Emmanuelle serta Reuben Nathaniel telah diarahkan untuk mengambil les piano dan berbagai kursus musik lainnya. 

Keluarga ini juga memiliki seorang adik laki-laki bernama Andrew Luciano.

Minat Mikha dan kakak-kakaknya terhadap musik tumbuh pesat sejak dini.

Mereka bahkan membentuk grup musik sendiri dan sering tampil di berbagai acara sekolah dan gereja, mengasah bakat bermusik mereka.

Riwayat Pendidikan

Jejak pendidikan Mikha juga terbilang unik dan prestisius.

Setelah lulus SMP, ia memutuskan untuk langsung melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi tanpa melalui SMA.

Melalui program akselerasi yang ditawarkan oleh SSR School of Sound Engineering, Mikha berhasil menjadi seorang mahasiswa di usia yang sangat muda, yaitu 15 tahun.

Ia sukses melewati serangkaian indikator penilaian ketat, mulai dari wawancara, nilai komputer, matematika, pengetahuan musik, hingga evaluasi file rekaman.

Di SSR School of Sound Engineering, Mikha mengambil jurusan Audio Engineering Techniques and Technology.

Dia berhasil menyelesaikan pendidikannya hanya dalam dua tahun, sebuah capaian yang dianggap setara dengan jenjang Sarjana (S1).

Perjalanan Karier Musik

Karier Mikha Angelo di industri hiburan dimulai dengan langkah besar saat ia mengikuti ajang pencarian bakat X Factor Indonesia musim pertama pada tahun 2012.

Dalam babak Showcase, Mikha memukau juri dan penonton dengan membawakan lagu "Gravity" milik John Mayer.

Mengantarkannya terpilih sebagai finalis dan melaju ke babak Gala Show.

Selama berkompetisi, Mikha berada di kategori "Boys" di bawah bimbingan mentor Anggun C. Sasmi.

Di panggung X Factor, ia dikenal sebagai penyanyi instrumentalis yang mahir memainkan berbagai alat musik, serta memiliki bakat menciptakan dan mengaransemen lagu di usianya yang muda.

Langkahnya terhenti di babak empat besar pada 3 Mei 2013 setelah membawakan lagu "Crazy Love" milik Michael Buble dan "Mungkin Nanti" milik Noah.

Namun, Mikha mencetak sejarah sebagai kontestan pertama yang langsung mendapatkan kontrak rekaman pasca X Factor Indonesia.

Ia bersama alumni finalis lainnya merilis album kompilasi X Factor Indonesia (2013), di mana Mikha membawakan lagu "Soulmate" ciptaan Aries Noor.

Setelah X Factor, Mikha berfokus mengembangkan grup musik yang telah ia bentuk bersama kakak-kakaknya sejak 2010, The Overtunes.

Meskipun awalnya hanya grup musik sekolah independen, The Overtunes mendapatkan kontrak dengan label rekaman ternama Sony Music Entertainment Indonesia.

Debut mereka di industri musik Indonesia ditandai dengan rilis singel album Sayap Pelindungmu pada 4 Desember 2013, yang mencakup lagu "Sayap Pelindungmu", "Soulmate" (versi re-aransemen), dan "Soulmate (Acoustic Version)".

Bersama The Overtunes, Mikha telah merilis dua album studio yang sukses.

Yakni Selamanya (2015), yang kemudian dirilis dalam versi tambahan Selamanya+ (2016), serta album Memory Lane (2019) yang merupakan perayaan 10 tahun perjalanan The Overtunes.

The Overtunes sempat hiatus pada awal 2020, namun kembali pada 27 Januari 2022 dengan singel "Write Me Another Song" sebagai artis independen.

Karier Solo

Pada tahun 2020, Mikha juga memulai karier sebagai penyanyi solo setelah The Overtunes memutuskan hiatus dan keluar dari Sony Music.

Mikha bergabung dengan Wonderland Records, ingin mempelajari hal baru dan mengeksplorasi gaya bermusik yang lebih bebas.

Ia merilis singel "Shot" pada 23 Maret 2020 sebagai pembuka album solo perdananya.

Dalam pengerjaan album debut Amateur (dirilis 28 Agustus 2020) yang berisi delapan lagu berbahasa Inggris, Mikha berperan penuh mulai dari penciptaan lagu, aransemen, hingga instrumen.

Ia juga merilis album mini Lover pada Februari 2021, yang menceritakan makna cinta baginya. (ria)

Editor : Syahaamah Fikria
#X Factor Indonesia #the overtunes #atlet bulutangkis #musisi #syukuran pernikahan #profil #Gregoria Mariska #mikha angelo