Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Profil Hamdan ATT, Pedangdut Senior yang Dikenal Lewat Lagu "Termiskin di Dunia" Meninggal di Usia 76 Tahun

Nur Pramudito • Selasa, 1 Juli 2025 | 21:00 WIB
Penyanyi legendaris Hamdan ATT meninggal dunia di usia 76 tahun. Pelantun “Termiskin di Dunia” wafat usai sakit panjang sejak 2017.
Penyanyi legendaris Hamdan ATT meninggal dunia di usia 76 tahun. Pelantun “Termiskin di Dunia” wafat usai sakit panjang sejak 2017.

RADARSOLO.COM - Profil Hamdan Attamimi, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Hamdan ATT, adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah industri musik dangdut Indonesia.

Lahir di Aru, Maluku pada 27 Januari 1949, pria berdarah Arab-Ambon ini telah memberikan kontribusi besar lewat karya-karyanya yang menggugah hati.

Salah satu lagu yang paling melejitkan namanya adalah Termiskin di Dunia, yang dirilis pada tahun 1980.

Namun, karya Hamdan ATT kini telah menjadi kenangan setelah legenda dangdut itu meninggal dunia hari ini, Selasa (1/7/2025).

Kabar duka ini pun dikonfirmasi oleh anak Hamdan, Aisyah.

Ia membenarkan bahwa sang ayah mengembuskan napas terakhirnya pada usia 76 tahun pukul 12.00 WIB.

"Waalaikumsalam, betul, bapak meninggal dunia pukul 12.00," kata Aisyah saat dikonfirmasi awak media hari ini.

Profil Hamdan ATT

Hamdan ATT merupakan sosok sederhana yang hidup bersama istri tercintanya, Hasibah, dan dikaruniai dua anak, Haikal Attamimi dan Aisyah Kamaliah.

Meskipun telah dikenal luas, kehidupan keluarganya tetap jauh dari gemerlap, mencerminkan kepribadiannya yang rendah hati.

Awal Karier dan Perjalanan Musik

Hamdan ATT memulai kecintaannya terhadap musik sejak remaja, terinspirasi oleh gitaris legendaris Hank Marvin dari grup The Shadows.

Ia bahkan membentuk grup bernama Quinta Bayangan pada tahun 1964, yang kerap membawakan lagu-lagu ala The Shadows.

Pada 1968, Hamdan bergabung dengan band Nada Buana dan tampil di TVRI, namun sempat menghentikan aktivitas bermusiknya untuk fokus menyelesaikan pendidikan hingga 1975.

Setelah lulus, ia kembali menekuni dunia musik dan mulai serius menapaki jalur dangdut.

Titik Balik Karier: Lagu Termiskin di Dunia

Lagu Termiskin di Dunia menjadi tonggak penting dalam kariernya.

Dirilis pada awal 1980-an, lagu ini berhasil mencuri perhatian publik dan menjadikan Hamdan sebagai salah satu penyanyi dangdut paling berpengaruh di era tersebut.

Kepopulerannya terus meningkat berkat sejumlah lagu lain seperti Bekas Pacar, Jangan Cintai Aku, Dingin, Sakit Hati, Mabuk Judi, Emas Menjadi Tembaga, Harta dan Cinta, Memory di Kereta, dan Patah Kemudi Lagu Melayu.

Hasibah, sang istri, menyebutkan bahwa sekitar 100 lagu telah didaftarkan ke PAPPRI dan RAI sebagai bentuk perlindungan hak cipta dan royalti.

Kontribusi di Luar Panggung

Selain sebagai penyanyi, Hamdan juga berperan sebagai pelatih vokal dalam ajang pencarian bakat menyanyi dangdut di salah satu stasiun televisi sejak musim pertama.

Dedikasinya untuk mengembangkan bakat muda membuktikan bahwa pengabdiannya tak hanya sebatas menyanyi, tetapi juga membimbing generasi penerus.

Penghargaan

Pada tahun 2021, Hamdan menerima Lifetime Achievement Award dari Indonesian Dangdut Awards, sebuah penghargaan yang mengakui perannya dalam membentuk warna musik dangdut Indonesia.

Dalam momen haru itu, ia menerima penghargaan sambil duduk di kursi roda, mengucap terima kasih dengan penuh emosi kepada penggemar dan sahabat dekat seperti Elvy Sukaesih.

Kondisi Kesehatan

Kesehatan Hamdan mulai menurun sejak 2017 usai terkena stroke dan serangan jantung. Ia sempat dirawat intensif di RS Polri Kramat Jati.

Setelah sempat pulih, kondisinya kembali memburuk pada 2021. Kemudian puncaknya pada Desember 2022, ia harus menjalani operasi otak akibat penyumbatan dan hydrocephalus.

Operasi berjalan sukses, dan ia perlahan membaik meski mobilitasnya terbatas.

Putranya, Haikal, mengungkapkan bahwa sang ayah kini menjalani terapi tradisional dan fisioterapi untuk memulihkan fungsi tubuhnya. Meskipun tak lagi sepenuhnya aktif, komunikasi Hamdan dengan keluarga masih berjalan baik.

Masalah Royalti dan Kesulitan Ekonomi

Meski dikenal luas dan lagunya sering diputar, royalti yang diterima Hamdan disebut tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan hidup dan pengobatan.

Istrinya, Hasibah, sempat menyuarakan kekecewaannya terhadap sistem royalti yang tak berpihak pada seniman lawas.

Dalam kondisi ini, keluarga pun bergantung pada bantuan BPJS dan dukungan dari sahabat dan penggemar.

Kini, meski telah meninggal dunia pada 1 Juli 2025, nama Hamdan ATT akan selalu hidup dalam ingatan para pecinta musik Indonesia.

Karyanya abadi, dan warisannya akan terus mengalir di setiap nada dangdut yang dinyanyikan oleh generasi mendatang.(np)

Editor : Nur Pramudito
#senior #dangdut #meninggal dunia #kabar duka #termiskin di dunia #hamdan att #penyanyi