RADARSOLO.COM - Aktris sekaligus penyanyi Aurelie Moeremans kembali menjadi sorotan publik setelah merilis memoar berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth.
Buku ini menceritakan pengalaman pribadi Aurelie sebagai penyintas hubungan manipulatif yang ia alami sejak usia 15 tahun.
Memoar Broken Strings ini dibagikan secara gratis untuk publik, dan informasi Link Baca tersedia melalui tautan di bio Instagram resmi Aurelie Moeremans (@aurelie).
Dalam buku tersebut, Aurelie membuka kisah pahit mengenai hubungan tidak sehat dengan seorang pria dewasa yang disamarkan dengan nama Bobby.
Hubungan ini digambarkan penuh kontrol, manipulasi psikologis, eksploitasi, serta bentuk kekerasan lain yang perlahan merenggut masa kecil dan remajanya.
Lewat memoar Broken Strings, Aurelie menegaskan bahwa buku ini bukan sekadar membuka luka lama, melainkan juga menjadi upaya pemulihan diri dan edukasi bagi publik.
“Saya berharap kisah ini bisa menjadi pengingat bahwa tidak ada seorang pun yang pantas kehilangan masa mudanya karena hubungan yang salah,” tulis Aurelie dalam pengantar bukunya.
Makna Judul Broken Strings dan Pemulihan Diri
Judul Broken Strings merefleksikan kondisi psikologis Aurelie saat itu, seperti senar yang putus, kehilangan kendali atas hidupnya sendiri.
Sementara frasa Fragments of a Stolen Youth menekankan bagaimana pengalaman tersebut merampas fase remaja yang seharusnya diisi dengan pertumbuhan, rasa aman, dan eksplorasi jati diri.
Meski mengangkat kisah kelam, buku ini juga menonjolkan tema resiliensi, pemulihan trauma, dan kekuatan penyintas.
Aurelie menuturkan bahwa menulis memoar menjadi bagian penting dari perjalanan mental health recovery yang dijalaninya selama bertahun-tahun.
Manipulasi Emosional dan Kontrol dalam Hubungan Tidak Sehat
Salah satu fokus utama Broken Strings adalah manipulasi emosional.
Aurelie menceritakan bagaimana Bobby secara sistematis membuatnya meragukan diri sendiri, menjauhkan dari keluarga, dan menanamkan ketergantungan emosional.
“Saya dibuat percaya bahwa tanpa dia, saya bukan siapa-siapa,” tulis Aurelie.
Pola ini sesuai dengan karakteristik hubungan beracun, di mana pelaku menggunakan gaslighting, rasa bersalah, dan isolasi sosial untuk mempertahankan kuasa.
Kontrol tersebut bahkan merambah keputusan karier dan pergaulan, sehingga ruang aman Aurelie semakin menyempit.
Kekerasan Fisik dan Seksual yang Disinggung dengan Hati-hati
Memoar Broken Strings juga memuat pengakuan Aurelie mengenai kekerasan fisik, namun disampaikan tanpa detail eksplisit untuk menjaga kehati-hatian dan menghormati pembaca.
Bagian paling sensitif adalah saat ia menyinggung kekerasan dan eksploitasi seksual, menekankan pentingnya edukasi consent dan perlindungan remaja dalam relasi dengan orang dewasa.
Grooming Remaja dan Trauma Jangka Panjang
Aurelie juga membahas proses grooming yang dilakukan Bobby, di mana ia memanfaatkan ambisi Aurelie yang tengah merintis karier di dunia hiburan.
Pola ini menciptakan ketimpangan kuasa yang meninggalkan dampak psikologis panjang.
Buku Broken Strings menyoroti trauma masa kecil, hilangnya rasa aman, serta luka emosional yang terbawa hingga dewasa.
Tema ini relevan dengan diskursus kesehatan mental, khususnya post-traumatic stress dan pemulihan psikologis penyintas kekerasan.
Komitmen Aurelie untuk Edukasi Publik
Dengan membagikan Link Baca buku secara gratis, Aurelie menunjukkan komitmennya untuk menjangkau pembaca luas, terutama mereka yang mungkin mengalami situasi serupa.
“Jika kisah saya bisa membuat satu orang merasa tidak sendirian, maka buku ini sudah menjalankan tujuannya,” tulis Aurelie melalui akun Instagram resminya.
Informasi lengkap dan Link Baca buku bisa diakses melalui Instagram resmi Aurelie Moeremans (@aurelie).
Broken Strings tersedia dalam dua versi bahasa:
Link Baca Buku Aurelie Moeremans Broken Strings Gratis Bahasa Indonesia
Link Baca Buku Aurelie Moeremans Broken Strings Gratis Bahasa Inggris
Buku ini memperkuat peran Aurelie sebagai penulis yang menyuarakan pengalaman personal, sekaligus mendorong kesadaran dan pemulihan bersama bagi korban trauma.(np)
Editor : Nur Pramudito