RADARSOLO.COM - Buku Broken Strings yang mengangkat kisah masa lalu Aurelie Moeremans sebagai korban child grooming, masih memantik diskusi luas di media sosial.
Selain menyeret kembali nama Roby Tremonti yang diduga sebagai sosok asli dari 'Bobby', perbincangan publik juga melebar hingga menyoroti peran sejumlah lembaga perlindungan anak.
Termasuk juga nama Seto Mulyadi alias Kak Seto, yang kini ikut menjadi sorotan netizen.
Ramainya diskusi ini bermula dari upaya netizen menelusuri ulang jejak digital kasus pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti yang terjadi lebih dari satu dekade lalu.
Dalam proses penelusuran tersebut, muncul kembali pernyataan lama orang tua Aurelie yang pernah meminta bantuan ke berbagai pihak saat dugaan hubungan tidak sehat itu berlangsung.
Peran Kak Seto dalam Kasus Aurelie Moeremans
Dalam catatan yang kembali beredar, ibunda Aurelie, Sri Sunarti, sempat membawa persoalan tersebut ke sejumlah lembaga.
Mulai dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komnas Anak, hingga Kak Seto, dengan harapan ada pendampingan untuk melindungi putrinya.
Langkah tersebut dilakukan ketika Aurelie masih berada dalam situasi yang dinilai keluarga sebagai relasi yang bermasalah.
Sri Sunarti disebut mendatangi langsung lembaga-lembaga tersebut untuk menyampaikan keresahan sekaligus meminta bantuan.
Namun, ayah Aurelie, Jean Marc, dalam wawancara yang kembali viral, mengaku kecewa karena merasa laporan tersebut tidak memperoleh tindak lanjut yang jelas.
Ia menilai, pihak-pihak yang dihubungi, termasuk Kak Seto, tidak menunjukkan peran aktif sebagaimana harapan keluarga.
Jean Marc bahkan mengungkapkan bahwa dirinya sempat mengirimkan surat elektronik (email) kepada Kak Seto.
Meski demikian, menurut pengakuannya, keluarga merasa tidak mendapatkan respons konkret maupun langkah nyata dari lembaga-lembaga yang dihubungi saat itu.
Kak Seto Buka Suara
Setelah tudingan lama itu kembali mencuat dan menjadi bahan perdebatan di media sosial, Kak Seto akhirnya memberikan klarifikasi.
Melalui unggahan Instagram Story pada Selasa (14/1/2026), Kak Seto menyampaikan sikap resminya terkait kasus yang kembali diangkat ke ruang publik.
Ia meminta masyarakat untuk menyikapi informasi yang beredar dengan bijak dan tidak memelintir fakta sejarah.
“Mohon kepada sahabat semua, kiranya dapat menyikapi kembali pemberitaan terkait kasus tersebut dengan kepala dingin dan hati yang jernih tanpa melintir fakta ke arah yang keliru,” tulis Kak Seto.
Kak Seto menegaskan bahwa pada masa kejadian tersebut, pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas dan tanggung jawab yang dimiliki saat itu.
“Pada masanya, kami telah berupaya semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan dan tanggung jawab kami saat itu,” lanjutnya.
Kak Seto Minta Jangan Jadikan Ruang Fitnah
Lebih jauh, Kak Seto menyayangkan jika kisah lama yang kembali diangkat justru berubah menjadi ruang untuk saling menyalahkan dan menyerang secara personal.
Ia menekankan pentingnya menjaga konteks dan fakta agar tidak menimbulkan kesimpulan keliru di tengah publik.
“Apabila di tahun 2026 ini ada pihak yang kembali mengangkat kasus tahun 2010 tersebut, kiranya hal itu tidak dijadikan ruang untuk saling menuduh, memfitnah, menyerang secara personal, atau mengubah makna fakta yang sebenarnya,” tegasnya.
Kak Seto juga mengajak seluruh pihak yang pernah terlibat untuk berdamai dengan masa lalu dan fokus pada proses pemulihan.
“Kami berharap semua pihak yang pernah terlibat dapat terus pulih, berdamai dengan masa lalu, dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan,” pungkasnya.
Mengapa Nama Kak Seto Kembali Viral?
Nama Kak Seto kembali menjadi sorotan publik setelah jejak digital pernyataan orang tua Aurelie pada tahun 2010 kembali tersebar luas.
Dalam pernyataan tersebut, keluarga Aurelie menilai bahwa Kak Seto, Komnas Anak, dan KPAI kala itu kurang proaktif dalam menangani laporan yang mereka ajukan. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria