Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Viral Cilor Trending di Medsos Gegara KNetz Salah Paham, Kaitkan dengan Pelecehan: Kok Bisa?

Syahaamah Fikria • Selasa, 17 Februari 2026 | 17:57 WIB
Cuitan @ChelvinSanjaya2, me-repost unggahan KNetz  yang salah mengartikan cilor hingga menuding konten kreator Indonesia melakukan pelecehan.
Cuitan @ChelvinSanjaya2, me-repost unggahan KNetz yang salah mengartikan cilor hingga menuding konten kreator Indonesia melakukan pelecehan.

RADARSOLO.COM - Nama "cilor” mendadak trending di media sosial (medsos) X, di tengah perang online KNetz vs SEAblings yang masih memanas.

Cilor yang dimaksud sejatinya merujuk pada jajanan khas Indonesia.

Namun, nama kudapan berbahan tepung itu tiba-tiba viral setelah sejumlah netizen Korea (KNetz) mengaitkannya dengan tudingan pelecehan seksual oleh seorang kreator konten Indonesia, Jang Jiboy.

Awal Mula Muncul Cilor

Awal mula istilah cilor ini muncul sebenarnya berkaitan dengan perang online antara KNetz dan komunitas SEAblings, sebutan bagi netizen Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, Thailand dan Filipina, yang sempat memanas di medsos belakangan ini.

Saat itu, netizen Indonesia membuat cuitan bercanda dengan kalimat “cilor mau cilor?”, di tengah komentar bernada rasis KNetz.

Istilah itu kemudian menjadi meme populer di kalangan SEAblings sebagai bentuk ejekan ringan dan parodi terhadap interaksi KNetz.

Namun, konflik digital lintas negara itu kemudian berkembang menjadi salah tafsir.

Beberapa KNetz menafsirkan kata “cilor” secara keliru, hingga akhirnya mengaitkannya dengan dugaan pelecehan.

Tuduhan ini kemudian viral setelah akun X @aina0660 menuding Jang Jiboy melakukan pelecehan seksual terhadap seorang mahasiswi di Korea Selatan.

Dalam narasi yang beredar, disebutkan bahwa sang kreator merekam mahasiswi di dalam bus sambil mengucapkan kalimat dalam bahasa Indonesia, yang diterjemahkan secara bebas sebagai pelecehan.

"Kami mengungkap kasus Jang Bijoy, seorang pria Indonesia yang bekerja di Seyang Natural Aechang yang melakukan pelecehan seksual dan merekam seorang gadis Korea di bawah umur," tulis akun @aina0660.

"Setelah merekam para mahasiswi di dalam bus, dia bertanya kepada mereka dalam bahasa Indonesia, 'Ni cilor mau (Apakah kamu mau memakan alat k***minku)'?" imbuh akun itu, yang mengartikan cilor secara bebas.

Cilor: Jajanan Indonesia yang Disalahpahami

Sebenarnya, cilor adalah singkatan dari “aci telur”, jajanan goreng berbahan dasar tepung kanji (aci) yang dibalut telur dan ditusuk menggunakan tusuk sate.

Makanan ringan ini populer di sekolah-sekolah dan pasar tradisional di Indonesia.

Istilah tersebut dipakai sebagai bagian dari candaan lokal saat perang digital KNetz vs SEAblings, dan tidak ada konotasi seksual sama sekali.

Sejumlah netizen Indonesia kemudian ramai-ramai menjelaskan konteks ini di kolom komentar dan utas X.

Mereka menekankan bahwa penggunaan istilah “cilor” hanya sebagai humor parodi dan bagian dari interaksi meme SEAblings, bukan tindakan pelecehan.

Netizen pun sangat menyayangkan tudingan pelecehan yang muncul akibat kesalahpahaman lintas budaya dan bahasa.

"Kalimat “cilor mau cilor” itu adalah meme yg dibuat orang Indonesia ketika ada org Korea yg mengirimi pesan DM berisi hujatan fisik kepada wanita Indonesia yang percaya diri mengupload fotonya. Serius deh hey kalian orang Korea, bergaul yukkk.. biar ga gampang stress," komen akun X @lor*****.

"Sotoy banget, padahal udah serius baca pelecehan seksual, kirain beneran. Taunya asbun. Alaah Korea hoaks," tulis @cala*****.

"Cilor mau cilor? atau telur gulung mau telur gulung? pilih cilor atau telur gulung? ada juga papeda gulung, mau?" komen @han*****. (ria)

 

Editor : Syahaamah Fikria
#viral #pelecehan #cilor #SEAblings vs KNetz #SEAblings #Knetz