RADARSOLO.COM - Ketakutan mendalam masih membayangi hari-hari artis Karina Ranau.
Istri dari mendiang aktor legendaris Epy Kusnandar ini mengaku mengalami trauma psikologis pasca insiden dugaan penganiayaan yang menimpanya di warung makan miliknya sendiri di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan.
Dampak emosional yang hebat membuat bintang film Sewu Dino tersebut membatasi aktivitasnya sehari-hari karena selalu merasa waswas jika harus berjalan sendirian.
Didampingi oleh kuasa hukumnya, Hendro Widodo, Karina kembali mendatangi Polsek Pancoran pada Selasa (7/7/2026) siang untuk menindaklanjuti kasus hukum yang tengah bergulir.
"Sampai saat ini saya tuh trauma, takut jalan sendiri. Karena saya masih trauma, masih kemarahannya itu masih ada di depan mata saya," ungkap Karina saat ditemui di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan.
Ajukan Pasal Tambahan dan Tolak Temui Pelaku
Kedatangan Karina ke kantor polisi kali ini bertujuan untuk mengajukan audiensi sekaligus meminta penambahan pasal jeratan hukum bagi pelaku yang telah membuatnya tersungkur di aspal.
Baca Juga: Bukan Soal Minuman, Ini Makna 'Teh Hijau' dalam Lagu Terbaru Tulus
"Kami tadi sudah audiensi dan meminta beberapa penambahan pasal. Nantinya akan dilihat lagi ke depannya oleh penyidik, apakah pasal tambahan tersebut masuk atau tidak," terang sang pengacara, Hendro Widodo.
Hingga hampir satu bulan berlalu sejak peristiwa kelam itu, Karina menegaskan dirinya belum sanggup dan menolak keras untuk dipertemukan dengan pelaku karena kondisi mentalnya yang belum stabil.
Ia sempat terpikir untuk berkonsultasi ke psikolog, namun ia mencoba mengerem diri.
Sebab, sebelumnya memiliki riwayat terapi emosional serupa saat berjuang bangkit dari duka mendalam pasca-meninggalnya sang suami tercinta.
Kronologi Kejadian Berawal dari Terpal dan Masalah Parkir
Tragedi kekerasan fisik tersebut pecah pada Senin, 15 Juni 2026 siang, tepatnya sekitar pukul 11.45 WIB.
Saat itu, Karina sedang bersiap-siap membuka warung makannya.
Baca Juga: Bukan Cuman Idol, Ini Dia 7 Drama yang Dibintangi Lee Jinwoo
Karena jam operasional baru akan dimulai 15 menit lagi, bagian depan warung masih tertutup rapat oleh kain terpal.
Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal datang mengendarai sepeda motor.
Tanpa komunikasi yang baik, pria tersebut langsung membuka paksa terpal penutup dan membentak Karina dengan nada tinggi untuk segera menyajikan pesanan makanan.
Situasi kian keruh akibat persoalan lahan parkir, di mana pelaku memarkirkan motornya secara sembarangan di depan ruko tetangga yang berada tepat di samping warung Karina.
Ketika ketegangan memuncak, pria itu berjalan mendekati Karina dengan emosi meluap-luap.
Merasa terancam, perempuan berusia 43 tahun itu tidak sempat menghindar saat pelaku melakukan kontak fisik dengan mendorong tubuhnya secara kasar hingga terpental dan jatuh tersungkur di pinggir jalan raya.
Pasca kejadian, Karina langsung bergerak cepat melakukan visum serta merampungkan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kantor polisi.
Profil dan Rekam Jejak Karier Karina Ranau
Di mata publik luas, sosok Karina Ranau kerap kali diidentikkan sebagai istri yang mendampingi perjalanan hidup mendiang Epy Kusnandar.
Namun, wanita kelahiran Palembang ini sejatinya memiliki rekam jejak yang mandiri di panggung hiburan tanah air.
Karina mengawali peruntungannya di ibu kota sebagai seorang model profesional.
Memiliki ketertarikan tinggi pada seni, ia melebarkan sayap ke dunia akting dengan membintangi sejumlah judul sinetron serta layar lebar, salah satunya adalah film horor Solit4ire (2014).
Tidak berhenti di situ, ia juga sempat merambah industri musik dengan menelurkan single lagu berjudul Bukan Alamat Palsu.
Berikut adalah biodata singkat Karina Ranau:
Nama Lengkap: Karina Ranau
Tempat, Tanggal Lahir: Palembang, 14 April 1983
Usia: 43 Tahun
Agama: Islam
Suami: Epy Kusnandar (Wafat)
Anak: Quentin Stanislavski Kusnandar
Profesi: Model, Aktris, Penyanyi, Pengusaha
Perjalanan Cinta dengan Mendiang Epy Kusnandar
Perjalanan cinta Karina Ranau dan Epy Kusnandar yang terpaut usia 20 tahun dikenal sangat harmonis semenjak resmi menikah pada 27 Juli 2008.
Selama 17 tahun biduk rumah tangga berjalan, kesetiaan Karina diuji berulang kali oleh cobaan hidup yang berat.
Ia merawat dan menemani Epy saat sang suami divonis menderita tumor otak pada tahun 2011 silam.
Tidak hanya saat sakit, Karina juga tetap mendampingi ketika roda perekonomian keluarga mereka sedang merosot tajam.
Baca Juga: Pemilik Lupa Matikan Kompor, Rumah di Eromoko Wonogiri Rata Tanah
Dalam sebuah sesi bincang-bincang masa lalu, Karina mengakui banyak godaan dari pihak luar yang memintanya meninggalkan Epy.
Namun ia memilih bertahan karena komitmen pernikahannya.
Guna menyambung hidup dan menopang ekonomi, keduanya lantas mendirikan usaha kuliner rumahan bernama Warung Jukut Goreng Samali di kawasan Jalan Haji Samali, Pancoran.
Pasca-berpulangnya sang suami, Karina mengelola sendiri warung makan tersebut, yang ironisnya kini justru menjadi lokasi tempat dirinya mendapat perlakuan kasar dari pelanggan.
Editor : Syahaamah Fikria