Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Gaya Hidup Photo

Mengapa "Teach You A Lesson" Banyak Dibicarakan? Ternyata Isunya Dekat dengan Dunia Pendidikan

Redaksi • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:23 WIB
Sumber: Instagram @netflixkr
Sumber: Instagram @netflixkr

RADARSOLO.COM - Drama sekolah identik dengan kisah cinta remaja, persahabatan, atau perjuangan mengejar nilai. Hadir dengan cerita yang berbeda, Teach You a Lesson yang diadaptasi dari webtoon Get Schooled ini justru mengajak penonton melihat sisi lain dunia pendidikan, sisi yang jarang dibicarakan tetapi nyata terjadi di banyak sekolah.


Hadir sebuah lembaga bernama Biro Perlindungan Hak Pendidikan dalam ceritanya yang bertugas menangani berbagai persoalan di lingkungan sekolah. Mulai dari kasus perundungan, penyalahgunaan kekuasaan, hingga konflik antara guru, siswa, dan orang tua. Meski berlatar Korea Selatan, berbagai isu yang diangkat terasa begitu dekat dengan kondisi pendidikan di Indonesia. Bahkan, beberapa di antaranya masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Baca Juga: 3 Slang Korea yang Lagi Naik Daun, Sudah Pernah Dengar?

Bullying Tidak Selalu Berupa Kekerasan Fisik
Saat mendengar kata bullying, sebagian orang mungkin langsung membayangkan aksi memukul atau menendang teman di sekolah. Padahal, Teach You a Lesson menunjukkan bahwa perundungan bisa hadir dalam bentuk yang jauh lebih halus. Mengucilkan teman dari pergaulan, menyebarkan gosip, mempermalukan seseorang di depan kelas, hingga memutarbalikkan fakta agar korban terlihat sebagai pihak yang bersalah merupakan bentuk perundungan yang sama berbahayanya.

Fenomena seperti ini rasanya juga tidak asing di Indonesia. Di era media sosial, perundungan bahkan bisa terus berlanjut setelah jam sekolah usai. Korban tidak hanya menghadapi tekanan di ruang kelas, tetapi juga di grup percakapan atau media sosial. Drama ini mengingatkan bahwa luka akibat perundungan tidak selalu terlihat, tetapi dampaknya bisa bertahan dalam waktu yang lama.

Baca Juga: Semua Serba Ungu! Ube Lagi Viral di Korea

Ketika Guru Kehilangan Otoritas
Selain menyoroti kondisi siswa, Teach You a Lesson juga memperlihatkan dilema yang dihadapi para guru. Guru digambarkan mengetahui adanya pelanggaran yang dilakukan siswa dalam beberapa adegan tetapi memilih tidak bertindak karena khawatir mendapat tekanan dari orang tua atau pihak yang memiliki pengaruh. Kondisi tersebut membuat guru kehilangan ruang untuk menjalankan perannya sebagai pendidik.


Fenomena serupa juga menjadi perbincangan di Indonesia. Di satu sisi, perlindungan terhadap hak anak merupakan hal yang sangat penting.Disisi lain, guru juga membutuhkan perlindungan ketika menjalankan tugasnya secara profesional. Hubungan antara guru, siswa, dan orang tua seharusnya dibangun atas dasar kemitraan, bukan saling menyalahkan. Pendidikan yang berkualitas hanya dapat terwujud apabila setiap pihak saling percaya dan memiliki tujuan yang sama, yaitu mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Baca Juga: Artisan Guitar Indonesia Bersaing dari Gempuran Brand Asing: Gitar Berkualitas Tak Harus Mahal, Diminati Influencer dan Musisi

Tekanan Akademik dan Obsesi terhadap Prestasi
Drama ini juga menyoroti besarnya tekanan yang dirasakan siswa. Nilai tinggi, masuk sekolah favorit, hingga diterima di universitas bergengsi sering kali dianggap sebagai ukuran keberhasilan. Akibatnya, banyak siswa tumbuh dengan rasa takut gagal.


Kondisi tersebut tentu terasa dekat dengan dunia pendidikan di Indonesia. Persaingan masuk perguruan tinggi, maraknya bimbingan belajar, hingga tuntutan untuk selalu menjadi yang terbaik membuat sebagian siswa lebih fokus mengejar angka daripada menikmati proses belajar. Padahal, pendidikan seharusnya tidak hanya melahirkan siswa yang pandai mengerjakan soal, tetapi juga mampu berpikir kritis, berkolaborasi, dan berkembang sesuai potensinya.

Ketimpangan dan Penyalahgunaan Kekuasaan di Sekolah
Teach You a Lesson menunjukkan bahwa status sosial dan kekuasaan dapat memengaruhi penyelesaian suatu persoalan dalam beberapa konflik. Ada siswa yang merasa kebal terhadap aturan karena berasal dari keluarga berpengaruh, sementara korban justru kesulitan memperoleh keadilan.
Meskipun konteks setiap negara berbeda, drama ini mengingatkan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi prinsip keadilan.

 Setiap peserta didik memiliki hak yang sama untuk memperoleh perlindungan, tanpa memandang latar belakang ekonomi, status sosial, maupun hubungan keluarganya. Ketika keadilan mulai dipengaruhi oleh kekuasaan, fungsi sekolah sebagai tempat membentuk karakter akan kehilangan maknanya.


Sekolah yang Aman Lebih Penting daripada sekadar sekolah berprestasi
Pada akhirnya, Teach You a Lesson menyampaikan satu pesan penting bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya siswa yang berprestasi. Sekolah juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan psikologis setiap peserta didik.


Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan saat ini, mulai dari perundungan, tekanan akademik, hingga perubahan hubungan antara guru, siswa, dan orang tua, drama ini mengajak penonton untuk melihat pendidikan dari sudut pandang yang lebih luas. Sekolah bukan hanya tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk belajar menghargai sesama, menyelesaikan konflik secara adil, dan membangun karakter.


Teach You a Lesson memang merupakan sebuah karya fiksi. Akan tetapi,  persoalan yang diangkat bukanlah sekadar imajinasi. Drama ini menjadi pengingat bahwa membangun pendidikan yang berkualitas tidak cukup hanya dengan memperbaiki kurikulum atau meningkatkan capaian akademik. Yang jauh lebih penting adalah memastikan setiap sekolah menjadi tempat yang aman bagi guru untuk mendidik, bagi siswa untuk belajar, dan bagi seluruh warga sekolah untuk bertumbuh sebagai manusia.

 

Editor : Kabun Triyatno
#Teach You A Lesson #drama korea #pendidikan #guru