AHMAD KHAIRUDIN, Sragen, Radar Solo
DENGAN lengan berbalut kain perban, Endro Prasetyo belum bisa beraktivitas maksimal. Warga Kedusan, Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran itu kini masih harus di rumah. Otomatis dia belum bisa kembali menarik penumpang ojol.
Endro sebelumnya mendapat perawatan intensif di RSUD Dr Moewardi Solo selama lima hari. Dokter berhasil mengeluarkan proyektil peluru yang berada di dalam tubuhnya. Menjadi korban peluru nyasar menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Endro. Dia bersyukur masih lolos dari maut. Apalagi setelah kejadian itu pihak kepolisian juga bertanggung jawab dengan memberikan bantuan selama masa pengobatan dan penyembuhan.
Saat ditemui di rumahnya, Endro menceritakan bagaimana detik-detik terakhir sebelum kejadian nahas, Selasa malam itu (25/2). Usai mengantarkan pesanan makanan, dia berjalan pelan di dekat Pasar Masaran sambil menunggu orderan berikutnya. Tiba-tiba ada dua mobil saling kejar-kejaran.
”Saya sempat dengar ada suara tembakan. Tiba-tiba ada darah keluar dari bagian lengan saya. Tapi waktu itu saya belum sadar kalau kena peluru,” kenangnya, Senin (2/3).
Dia baru tahu kalau terkena peluru nyasar setelah merasakan sakit di lengan dan memeriksanya. Dia lantas minta tolong. Kemudian oleh rekannya dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Masaran. Dokter menyampaikan dampak peluru itu tersebut tidak begitu parah. Tetapi harus mendapatkan penanganan segera.
”Peluru tembus (lengan). Rasanya terasa nyeri dan keluar darah terus. Tapi setelah dibawa ke rumah sakit dan diperiksa, peluru tidak sampai mengenai tulang,” jelas driver ojol yang sering mangkal di sekitar Pasar Masaran ini.
Setelah insiden ini dia mengaku belum mengambil orderan dan memilih untuk beristirahat dulu. Sembari menunggu kondisinya benar-benar pulih. ”Selama pengobatan ditanggung sama polres. Ke depan juga masih akan ada kontrol lanjutan ke rumah sakit untuk memulihkan luka tembak,” bebernya.
Sebelumnya, Kapolres Sragen AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo tidak menampik peluru anggotanya mengenai warga saat pengejaran penjahat. Menurutnya, tenembakan itu dalam rangka penyergapan pelaku pencurian diesel dari wilayah Polres Grobogan yang kabur melintasi Masaran, Sragen. ”Kami sampaikan kepada masyarakat, keluarga korban tidak masalah. Mereka sudah paham. Biaya kita tangani, kita tanggung jawab,” jelas kapolres. (din/bun) Editor : Perdana Bayu Saputra