ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo
SYUTING selama empat jam itu memberikan kesan tersendiri bagi Ucup terhadap sosok Didi Kempot. Apalagi momen ini menjadi perjumpaan pertama dan terakhir dengan penyanyi ambyar tersebut.
“Sosok pakde itu tegas, disiplin, dan sportif. Apalagi saat hendak proses syuting itu skripnya dinilai kepanjangan sehingga pakde minta kepada pihak produk untuk direvisi. Dari situ saya melihat profesionalitas kerja pakde, karena mungkin sudah lama (berkecimpung) sehingga sudah berpengalaman,” jelas Ucup ditemui di rumahnya di Bayat, Klaten.
Ucup mengaku, kali pertama mengenal sosok Didik Kempot lewat lagu-lagu lawasnya, seperti Stasiun Balapan hingga Terminal Tirtonadi. Lagu-lagu tersebut sering diputarnya saat bekerja di Jakarta pada 2007. Tapi siapa sangka jika pada akhirnya dirinya bisa menjalani proses syuting dengan idolanya itu.
Berawal saat dihubungi salah satu produk jamu untuk menjalankan proses syuting iklan bersama Didi Kempot. Tawaran itu langsung diterimanya tanpa mempertimbangkan apapun saat itu. Mengingat ini menjadi kesempatan bagi dirinya bisa menjalin kerja sama dengan penyanyi lagu Pamer Bojo tersebut.
Sepekan usai mendapatkan kabar itu, akhirnya kesempatan bertemu dengan Didi Kempot datang juga. Dia mengaku deg-degan saat kali pertama bertemu sosok yang menjadi idola para sobat ambyar tersebut. Tetapi dia bisa banyak belajar dari The Godfather of Broken Heart itu, terutama terkait dalam profesionalisme kerja.
“Selesai syuting kemarin sempat diskusi dan ngobrol juga. Saya juga minta foto dengannya,” jelas Ucup yang sempat nge-vlog soal pantun dengan Didi Kempot di sela-sela proses syuting.
Ucup sendiri baru mendapatkan kabar Didi Kempot telah meninggal dunia pada Selasa (5/5) pagi setelah banyak pesan masuk dari aplikasi chat. Termasuk mendapatkan kabar melalui sambungan telepon pula. Dia tidak menyangka pertemuan pertamanya dengan Didi Kempot yang kurang dari sepekan lalu itu sekaligus menjadi yang terakhir.
“Usai bangun tidur langsung banyak mendapatkan kabar soal meninggalnya pakde. Selain pribadi yang tegas dan disiplin, pakde juga begitu ramah. Pengalaman syuting itu tak pernah terlupakan,” ucapnya. (*/bun/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra