BUKAN hanya siap fisik, tapi juga butuh duit. Sekali pancal, runner harus merogoh kocek sekitar Rp 4 juta. Itu dipaparkan Yuni Noor Hayati.
Dara bertubuh atletis ini menyebut panitia kompetisi trail running biasanya mewajibkan peserta membawa peralatan pribadi untuk menunjang perlombaan. Mulai dari pakaian yang dikenakan, makanan, dan penjamin keamanan.
Yuni merinci mulai dari baju running di pasaran dapat dibeli seharga Rp 250 ribu, legging Rp 300 ribu, dan short pan alias celana pendek khusus lari seharga Rp 500.000 hingga Rp 700.000.
“Kenyamanan pakaian ini sangat penting. Karena saya pernah memakai yang murah, memang kenyamanannya kurang. Misalnya baju, kalau nggak nyaman bisa membuat kulit terluka karena kita lari terus,” ungkap dia.
Selain pakaian, runner wajib menggunakan headlamp alias lampu penerang yang diikat di kepala. Yuni memperkirakan harga headlamp mulai Rp 400 ribu hingga Rp 700 ribu. Setelah itu, sepatu khusus trail running dengan harga mulai Rp 1,5 juta.
Yang tak kalah penting adalah tas khusus running, biasanya tipis dan menempel di baju. Tas khusus itu dibanderol mulai Rp 1,5 juta. Sejumlah perlengkapan dapat dimasukkan dalam tas itu. Antara lain handphone dan soft flask alias botol minum khusus.
“Untuk handphone harus dilengkapi GPS khusus untuk merekam aktivitas larinya. Harga soft flask sekitar Rp 150 ribu. Memang terlihat relatif mahal, tapi kan tidak setiap lari harus beli baru. Semua dipakai berulang-kali, belinya sekali saja,” tuturnya.
Beruntungnya, Yuni tak perlu keluar duit banyak untuk perlengkapannya. Sebuah produsen suplemen dan perlengkapan olahraga menjadikannya sebagai brand ambassador. Setiap bulan dia mendapatkan paket multivitamin serta pakaian dari produk olahraga tersebut.
“Dulu saat ada acara di Solo, saya mencoba multivitamin itu. Kemudian saya diminta testimoni. Lalu berlanjut saya diendors selama satu tahun,” pungkasnya. (irw/wa) Editor : Perdana Bayu Saputra