Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Obrolan Hangat Ganjar dengan Lasmi, Legenda Ledek Tayub Asal Grobogan

Perdana Bayu Saputra • Rabu, 21 April 2021 | 04:47 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendengarkan serius saat Lasmi mendendangkan tembang.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mendengarkan serius saat Lasmi mendendangkan tembang.
“Dek jaman berjuang

Njur kelingan anak lanang

Mbiyen tak openi

Ning saiki ana ngendi?”

ALUNAN lagu Caping Gunung itu mengalun merdu dari legenda Tayub Grobogan, Lasmi Sulastri. Lagu itu dia nyanyikan khusus untuk menyambut tamu spesial, Selasa (20/4).

Bukan tamu biasa yang datang rumahnya di Dusun Sambong Harjo, Desa Kalisari, Kecamatan Kradenan, Grobogan. Waranggono berusia 61 tahun itu tampak semringah tatkala Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tiba di depan rumahnya.

"Sugeng rawuh Pak Ganjar, monggo pinarak (selamat datang Pak Ganjar, silakan duduk)," sapa Lasmi pada Ganjar usai menyanyikan lagu untuk menyambut tamunya itu.

Ganjar pun langsung duduk lesehan di atas tikar. Tak ada kursi meja atau ornamen menonjol di rumah sederhana itu. Hanya gambar sepasang penari tayub di dinding dan foto masa muda Lasmi yang terpasang di sana.

Obrolan antara Ganjar dan Lasmi berlangsung sangat hangat. Diselingi canda tawa, Ganjar mendapat banyak cerita tentang masa lalu Lasmi yang moncer di dunia seni tempo dulu. Apalagi, beberapa kali Ganjar minta Lasmi menyanyikan beberapa lagu dan dituruti.

"Kula mpun 41 tahun Pak berkecimpung di kesenian. Mulai karawitan, sinden wayang, ketoprak, dan tayub. Ya nguri-nguri kabudayan Jawi Pak, dari dulu sampai sekarang," tutur Lasmi.

Lasmi pun bercerita pernah tampil dengan bayaran hanya Rp 15 ribu untuk tiga orang. Zaman itu, bayaran dengan nominal itu sudah sangat besar. Lasmi pun terus menekuni dunia seni tayub hingga sukses dan terkenal. Dia bahkan beberapa kali pernah mengikuti sejumlah rekaman.

"Riyen laris Pak, mboten nate prei (dulu terkenal dan banyak undangan manggung, tidak pernah libur). Keliling ke sejumlah tempat, ikut rekaman dan lain-lain," terangnya.

Bahkan, Lasmi juga telah memiliki lagu karyanya sendiri. Sejumlah lagu  dia ciptakan. Salah satunya yang paling terkenal adalah Rondo Ngguguk, yang kemudian dia nyanyikan untuk Ganjar.

Tak pernah berhenti berkarya, Lasmi kemudian mengeluarkan sebuah buku yang berisi catatan lagu yang biasa dia mainkan. Buku itu sudah sangat usang, dengan beberapa bagian lembarannya yang sudah sobek.

"Nggih niki, Pak. Saya catat lagu yang ada, terus dibawakan saat tampil," jelasnya.

Namun seiring berjalannya waktu, nasib Lasmi kian meredup. Usianya yang tak lagi muda, membuatnya jarang mendapat undangan pentas.

Alhasil, selama ini dia “ngamen” keliling daerah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kadangkala, dia juga mendapat kiriman dari anak semata wayangnya. Setelah bercerai dengan suami dan ibu meninggal, Lasmi tinggal di rumah itu seorang diri.

"Kulo ngamen, Pak. Soalnya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lha sampun sepuh, mpun mboten payu (sudah tua, tidak laku lagi)," candanya.

Ganjar pun tetap menyemangati Lasmi. Dia meminta Lasmi tetap semangat melestarikan kebudayaan Jawa dan menularkan kepada anak-anak.

"Tetap semangat Mbak, jangan patah semangat. Coba njenengan rekaman dan di-upload ke internet. Apalagi sekarang puasa, lagi pandemi. Sudah, Mbak Lasmi di rumah saja, ngarang lagu terus direkam dan di-upload ke Youtube," papar Ganjar.

Ganjar juga langsung mengajak Lasmi agar suatu saat mau hadir dalam acara Panggung Kahanan. Pentas musik yang dibuat Ganjar khusus untuk mewadahi seniman Jateng itu akan dihelat di beberapa tempat selama Ramadan.

"Sampeyan bisa mencoba, pas tampil di Panggung Kahanan. Bisa lho, njenengan tampil nanti," ucap gubernur. (bay/ria) Editor : Perdana Bayu Saputra
#legenda tayub #rondo ngguguk #lasmi #ganjar pranowo #grobogan