Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Afip Amrizal Basri, Contoh Petani Milenial Sukses asal Klaten

Damianus Bram • Rabu, 12 Januari 2022 | 13:45 WIB
PETANI MUDA: Afip di tengah berbagai jenis tanaman hiasnya di Desa Bono, Kecamatan Tulung, Klaten, kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
PETANI MUDA: Afip di tengah berbagai jenis tanaman hiasnya di Desa Bono, Kecamatan Tulung, Klaten, kemarin. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Kaum milenial juga bisa membuat bangga. Afip Amrizal Basri menjadi contoh bagaimana anak muda bisa sukses menekuni bisnis di bidang pertanian. Bermodal cekak, pemuda berusia 25 tahun ini kini mulai memetik hasil.

ANGGA PURENDA, Klaten, Radar Solo

Sebuah bangunan green house berdiri kokoh di tengah Kampung Tlogowono, Desa Bono, Kecamatan Tulung. Memiliki luas sekitar 300 meter persegi yang di dalamnya terdapat ribuan tanaman dari ratusan jenis. Di dalamnya ada bunga untuk indoor maupun outdoor hingga menyediakan benih.

Saat  memasuki green house ini Jawa Pos Radar Solo langsung disambut tanaman kaktus dengan berbagai warna menarik. Ada pula aglonema, monstera, sinonium hingga siri yang tertatap rapi pada rak. Afip Amrizal Basri sempat mengajak keliling bangunan yang digunakan untuk merawat tanaman terhadap berbagai cuaca.

Tampak pula warga yang silih berganti mendatangi green house milik Afip itu untuk memilih tanaman hias yang hendak dibelinya. Mereka dilayani sepenuhnya oleh empat karyawan yang direkrut oleh Afip untuk membantu penjualan.

Sebenarnya Afip memfokuskan penjualan secara online melalui media sosial tetapi tetap saja ada pembeli yang ingin datang langsung. Mereka lebih puas ketika bisa melihat langsung tanaman yang akan dibeli.

Siapa sangka dari modal Rp 400 ribu untuk membeli tanaman kaktus yang hendak dijual kembali sekarang bisnis Afip sudah beromzet puluhan juta. Bahkan saat masa pandemi Covid-19 kali ini penjualan tanamannya malah meningkat drastis. Dari awalnya memperoleh pendapatan Rp 200 ribu per bulan kini sudah Rp 40 juta per bulan.

Apa yang diraih oleh Afip tidak datang tiba-tiba begitu saja. Apalagi latar belakang pendidikannya teknik informatika tapi dia justru terjun menjadi penjual tanaman hias. Kecintaanya pada tanaman hias muncul ketika Afip terlibat dalam pengelolaan taman di desanya yakni Bono Park.

“Saat itu ada pengunjung yang datang ingin membeli bibit celosia dengan tinggi sekitar 10-15 cm. Saat itu laku dengan harga Rp 3.000. Saya heran, ukuran tanaman kecil seperti itu saja laku, dari situ jiwa dagang saya muncul,” ujar Afip.

Lambat laun popularitas Bono Park yang awalnya dikelola oleh anak muda dan mendapatkan dukungan dari pemerintah desa itu meredup. Hal itu menjadi awal Afip memulai usaha tanaman hias secara mandiri sejak 2019.

Memanfaatkan lahan yang berada di samping rumahnya dia sulap menjadi bangunan green house yang sederhana. Bahkan setengah dari total luasan 300 meter persegi itu masih menyewa lahan milik warga lain. Dia berani untuk memulai usaha itu berkaca dari peluang usaha jual beli tanaman hias saat mengelola taman desa tersebut.

“Saya masih ingat dulu cuma modal Rp 400 ribu dengan satu meja. Saya belikan tanaman kaktus lalu putar lagi uangnya buat modal lagi. Apalagi selama pandemi mengalami pengingkatan berkali-kali lipat hingga omset Rp 40 juta per bulan itu,” ucap pria kelahiran Klaten, 4 Januari 1997 ini.

Ada pun harga tanaman hias yang dijual Afip mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 1 Juta per tanaman. Saat ini dia telah melayani pemesanan untuk wilayah Klaten hingga kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Dia pun menargetkan ke depannya bisa melayani seluruh penggemar tanaman hias di Indonesia.

Saat ini untuk penjualannya masih mengandalkan instagram, WhatsApp (WA) dan kedatangan pembeli ke green house-nya. Ke depan hendak merambah ke e-commerce, tetapi hendak menyiapkan sumber daya manusia (SDM) terlebih dahulu. Harapannya dengan pengembangan itu bisa meningkatkan penjualannya.

“Mengingat saya juga lulusan dari teknik informatika maka itu saya ingin memanfaatkan ilmunya dalam strategi penjualan tanaman hias ini. Termasuk merekrut SDM lagi dengan memberikan pelatihan terlebih dahulu tentunya,” ujar dia. (*/bun) Editor : Damianus Bram
#Afip Amrizal Basri #petani milenial #Petani Milenial Sukses asal Klaten #Petani Muda