Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Amellia Putri Tennizya Vesty, Petenis Cilik dengan Segudang Prestasi

Damianus Bram • Selasa, 25 Januari 2022 | 15:00 WIB
CIAMIK: Amel menunjukkan medali di rumah kakeknya, kemarin (24/1). Foto bawah: Amel dan kakeknya Gunawan berlatih di GOR Giri Mandala Wonogiri. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
CIAMIK: Amel menunjukkan medali di rumah kakeknya, kemarin (24/1). Foto bawah: Amel dan kakeknya Gunawan berlatih di GOR Giri Mandala Wonogiri. (IWAN ADI LUHUNG/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Kabupaten Wonogiri tak pernah berhenti melahirkan atlet-atlet berbakat. Setelah Gregoria Mariska Tunjung yang mengharumkan Indonesia lewat bulu tangkis, kini muncul bakat baru dari cabang olahraga (cabor) tenis. Namanya Amellia Putri Tennizya Vesty.

IWAN ADI LUHUNG, Wonogiri, Radar Solo

Terik matahari cukup menyengat, kemarin siang (24/1). Namun, hawa panas tidak menyurutkan semangat seorang gadis cilik, jogging mengitari kompleks GOR Gir Mandala Wonogiri. Rambut panjangnya berkibar mengikuti gerakan lari bocah itu. Ya, dia tak lain Amellia Putri Tennizya Vesty.

Gadis 11 tahun yang akrab disapa Amel ini tak sendirian. Dia ditemani kakek sekaligus pelatihnya, Gunawan Dwi Cahyo, 62. Bersama istri Gunawan, Lies Sumartiyani, 57, dan adik laki-laki Amel yang masih balita.

Saat Amel pemanasan, sang kakek pilih menunggu di dalam GOR. Sembari menyiapkan ubo rampe seperti raket, dan ratusan bola tenis yang diletakkan dalam keranjang warna hijau tua.

“Bolanya banyak. Jumlahnya sekitar 300 buah,” ujar Gunawan sambil menyodorkan tiga buah bola tenis dari dalam keranjang kepada Jawa Pos Radar Solo.

Tak berselang lama, Amel masuk ke dalam gedung. Siap berlatih di bawah arahan kakeknya di lapangan tenis indoor. Pola latihan yang diberikan kakenya, yakni memukul bola satu per satu ke arah Amel. Awalnya dengan tempo lambat, lalu dipercepat. Hingga ratusan bola di dalam keranjang nyaris habis, dilahap Amel lewat pukulan backhand maupun forehand.

Nah, tugas sang nenek, yakni membawakan botol minuman Amel. Sekaligus memunguti bola satu per satu dan dimasukkan kembali ke dalam keranjang, agar Amel bisa kembali berlatih. Aktivitas tersebut dilakukan kontinyu, hingga sesi latihan berakhir.

Pasangan lanjut usia (lansia) ini memang cukup sayang dan sangat memperhatikan masa depan Amel. Karena merekalah yang merawat Amel, setelah ayahnya meninggal. Amel dibesarkan di kediaman Gunawan di Lingkungan Donoharjo RT 01 RW 01, Kelurahan Wuryorejo, Kecamatan Wonogiri Kota.

Tak heran DNA tenis tertanam dalam darah Amel. Karena bakat tenis Gunawan diturunkan ke cucu kesayangannya. Selain itu, ibu dan paman Amel juga termasuk rajin bermain tenis.

Meski usia masih belia, Amel sudah menunjukkan tajinya sebagai bibit atlet potensial. Berbagai gelar juara diraihnya. Sampai memenuhi rak piala yang diletakkan di teras rumah Gunawan.

“Totalnya ada 44 piagam. Baik kejuaraannya tunggal maupun ganda putri. Belum termasuk sejumlah piagam yang hilang,” beber Gunawan.

Di samping rak piala, Gunawan ikut memajang spanduk berisi foto berbagai kejuaraan yang diikuti Amel. “Amel sudah ikut kejuaraan sejak 2017. Usianya waktu itu masih 7 tahun. Baik kejuaraan nasional sampai internasional,” imbuhnya.

Salah satu kejuaraan internasional yang diikuti Amel, yakni 37th Widjojo Soejono International Junior Tennis Championship Grade 5. Kejuaraan itu digelar Makodam V Brawijaya di Surabaya Tennis Court, 2018 silam.

Ada cerita menarik ketika Amel tampil di Kota Pahlawan. Berlatar belakang ekonomi yang kurang berada, praktis bekal uang yang dibawa Gunawan cupet. Waktu hendak pulang ke Solo, uang Gunawan nyaris habis. Hanya cukup untuk membayar tiket bus untuk satu orang.

“Terpaksa saya nego sama agen busnya, sambil perlihatkan piagam dan piala Amel. Akhirnya boleh naik. Turun di (Terminal Tirtonadi) Solo dijemput anak saya,” kenang Gunawan.

Sekali ikut kejuaraan di luar kota, Gunawan terpaksa merogoh kocek dalam-dalam. Bekal uang yang dibawanya sekitar Rp 4 juta-Rp 6 juta. Itu pun belum cukup jika kejuaraan berlangsung selama berhari-hari.

“Pernah tidak punya uang lebih buat bayar hotel, terpaksa saya dan Amel tidur di dalam mobil. Jujur saja berat. Wong saya hanya pensiunan,” ujar Gunawan.

Gunawan beruntung memiliki Amel. Karena cucunya itu tergolong anak yang tidak pernah rewel. “Pernah saat menginap di hotel, peserta yang lain memesan makanan enak dan mahal. Karena uang mepet, saya ajak Amel keluar makan mie ayam di pinggir jalan. Anaknya mau dan tetap bersemangat. Pokoknya sederhana sekali,” puji Gunawan.

Saat ini, Amel berlatih keras di bawah bimbingan kakeknya di GOR Giri Mandala. Sebagai persiapan mengikuti kejuaraan tenis di Jogjakarta, medio Februari mendatang. “Belum punya ongkos. Semoga ada sponsor atau bapak asuh buat Amel. Semoga juga ada perhatian dari pemerintah,” harap Gunawan.

Sementara itu, Amel memiliki kesan mendalam ketika mengikuti kejuaraan nasional (kejurnas) tenis junior Piala Yayuk Basuki VI di Ambarawa, Jateng, 11-17 Maret 2019. Karena dia berkesempatan foto bareng idolanya Yayuk Basuki yang terkenal dengan julukan “Forehand Bazooka”. Kesempatan emas dan langka ini didapat Amel, setelah memborong juara 1 tunggal dan ganda putri.

“Paling berkesan pas main ganda putri. Pasangan saya dari Pati, musuhnya pasangan dari Bandung. Kami sempat tertinggal 6-0. Setelah itu bisa imbang dan menang,” sambung Amel.

Deretan prestasi yang diukir Amel tak lepas dari semangatnya dalam berlatih. Di bawah arahan sang kakek, porsi latihan yang diberikan berbeda dengan atlet dewasa. “Nggak capek sih tiap hari latihan. Karena sudah suka tenis sejak masih TK,” kata siswi kelas VI SDN 4 Wonogiri itu. (*/fer) Editor : Damianus Bram
#Petenis Cilik Segudang Prestasi #Petenis Cilik #Amellia Putri Tennizya Vesty #Amel Petenis Cilik