Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Zahra Fadhilazka Tiara dan Sembilan Kucing Persia Kesayangannya

Perdana Bayu Saputra • Selasa, 12 Juli 2022 | 20:27 WIB
Photo
Photo
Dalam 24 tahun hidup Zahra Fadhilazka Tiara, tidak pernah terbayang sekali pun bahwa sembilan kucing persia akan menemani hari-harinya yang jadi lebih berwarna saat sudah meraih gelar dokternya. Sebab, sebelum dia bertemu Miw dan Cimut, memegang kucing saja tidak pernah berani. Namun, hal itu mendadak terbalik sejak dua tahun terakhir.



MIW dan Cimut adalah dua kucing persia ibu dan anak milik sepupunya di Malang. Namun, karena suatu hal, sepupunya harus meninggalkan mereka. Tiara yang waktu itu sedang menjalankan internship dokternya di Malang pun tidak tega melihat dua kucing lucu itu telantar. Meski agak takut-takut, dia memberanikan diri untuk merawat mereka.

Waktu itu sekitar 2020 akhir, dia bertemu Miw dan Cimut. Sebelumnya mereka dipelihara asal-asalan oleh Pak Tukang di sana. ’’Mereka ini waktu udah aku rawat suka banget ngintil ke sana-sini,’’ kenangnya. Dari situlah, momen pertama dirinya luluh dengan hewan kaki empat itu.

Tiara kemudian bercerita bagaimana kucing-kucingnya itu kini hampir mendadak jadi kesebelasan. Cimut sebenarnya adalah anak si Miw.

’’Tapi, pertengahan 2021, ternyata si Miw ini dihamili sama Cimut,’’ ceritanya, lantas tertawa, saat ditemui di rumahnya pada 16 Maret lalu. Jika dua momongannya itu adalah manusia, tentu hubungan tersebut sangatlah tercela. Namun, siapa sangka, setelah bayi-bayi Miw lahir, dia justru semakin luluh dan jatuh cinta dengan binatang berbulu yang imut itu.

 

Miw melahirkan tiga ekor persia yang kini usianya sudah tujuh bulan. Tiga bersaudara itu diberinya nama Nuna, Juna, dan Eza. Namun, dari situ, kucingnya mendadak menjadi lima ekor. Tiara yang saat itu akhirnya selesai dengan internship-nya di Malang pun harus kembali ke Sidoarjo.

’’Nah, waktu itu akhirnya jadi bingung bawa ke Sidoarjo gimana. Soalnya masih tinggal sama orang tua kan. Apalagi udah jadi banyak gini,’’ ceritanya.

Namun, perempuan kelahiran 12 Mei itu sudah bertekad tidak akan membiarkan mereka telantar lagi. Terlebih setelah bagaimana perjuangannya merawat mereka. Dari yang benar-benar tidak berani pegang kucing, sampai akhirnya dia tidak bisa lepas dari mereka. Akhirnya, dia pun mencoba bilang ke ibunya untuk membawa anabul-anabulnya itu pulang.

’’Akhirnya udah di-acc kan buat bawa pulang. Eh, si Miw ini hamil lagi dong,’’ lanjutnya sambil menirukan ekspresinya yang masih tidak percaya saat itu. Padahal, Miw baru saja melahirkan empat bulan yang lalu. Dan lagi-lagi, Miw hamil karena si Cimut. ’’Kayaknya habis gini emang harus disteril. Soalnya waktu itu masih maju mundur buat steril,’’ imbuhnya.

 

Tidak lama setelah kembali ke Sidoarjo itu pun, anak Miw dan Cimut gelombang kedua lahir. Ada beberapa yang tidak selamat. Namun, empat di antaranya masih selamat dan kini sudah menginjak usia tiga bulan. Mereka adalah Jenny, Betty, Sasha, dan Tommy.

Setelah bayi-bayi kucing itu lahir, rumahnya tentu semakin ramai. Ada satu kebiasaan yang sangat disukai dokter yang kini praktik di RS Mitra Keluarga Pondok Tjandra itu. Yakni, momen berantem si kecil saat pagi ketika berjemur. ’’Mereka ini yang kecil-kecil suka banget berantem kalau pagi. Di area belakang situ,’’ terangnya.

Namun, aksi berantem kucing-kucing kecilnya itu justru sangat menghibur. Berlarian, cakar-cakaran, tapi tetap menggemaskan. ’’Beda banget sama yang udah gede memang. Mereka udah jadi kaum rebahan,’’ lanjutnya, lantas tertawa.

Punya kesempatan untuk mengenal kucing dan memelihara sembilan kucing itu pun diakui Tiara bahwa dirinya belajar banyak hal. Mulai cara merawatnya hingga karakternya. ’’Memang, kalau punya momongan gini udah persis banget kayak punya bayi sungguhan. Gimana kita kalau ngerawat waktu sakit juga, milihin makanannya, sampai harus disisiri satu-satu,’’ jelasnya.

Namun, dari situ, dia sadar bahwa kucing yang banyak dianggap pemalas itu sebenarnya nggak kalah ramah dengan binatang yang lain. ’’Katanya, anjing itu kan hewan paling ramah, ya. Aku nggak tahu sih, tapi pas udah kenal kucing ini, ternyata mereka juga nggak kalah ramah kok,’’ ungkapnya. Bahkan, bagi dia, kucing juga bersahabat dan sangat bisa bikin mood lebih bahagia dengan melihat tingkah laku mereka. Editor : Perdana Bayu Saputra
#Zahra Fadhilazka Tiara #kucing persia #sidoarjo #pencinta kucing