Si mungil ini mulai banyak penggemarnya. Di antaranya Ichsan Kholif. Tak hanya memelihara, dia membudidayakan ikan hias asli Bangladesh, India, hingga Pakistan itu.
Dari bentuknya, ikan yang memiliki nama latin Colisa Lalia tersebut ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan ikan sepat yang biasa ditemui di sungai.
Meski begitu, gurami kerdil ini justru lebih indah untuk mengisi aquascape. Warnanya cukup mencolok. “Ada yang kombinasi biru merah atau dominan kebiruan. Karena pilihannya banyak, jadi bisa membuat akuarium warna-warni,” jelas Kholif.
Karena potensi penggemarnya terus bertambah, pria murah senyum itu mendatangkan 1.000 ekor bibit dwarf gourami. Perawatannya ikan ini relatif mudah. Tak perlu tambahan aerator, filter, dan sejenisnya.
“Perawatan mirip ikan channa dan cupang. Cukup ditaruh di wadah berisi air. Jadi otomatis lebih irit," katanya.
Gurami kerdil dibudidayakan secara kolektif maupun ekslusif dengan penjodohan per pasang. Metode pemijahannya sama dengan channa dan cupang, yakni si betina membuat sarang telur agar bisa dibuahi si ikan jantan.
"Masuk umur 4-5 bulan sudah bisa reproduksi. Kalau bisa ternak sendiri, tentu membawa untung," jelas Kholif. (ves/wa) Editor : Damianus Bram