Pecinta lobster hias mayoritas penghobi baru. Merek tertarik dengan bodi yang imut. “Bentuknya unik. Ukurannya jauh lebih besar dibandingkan udang, tapi lebih kecil dari lobster yang biasa dikonsumsi,” ujar Samsul Arifin, pekerja kios ikan hias di Pasar Depok, kemarin (7/10).
Lobster hias air tawar sudah banyak dibudidayakan di tanah air. Pertumbuhan panjang bodinya maksimal sekitar 15 sentimeter. Di pasaran, warna yang jamak ditemukan yakni putih, biru, merah, oranye, dan sedikit gelap. Banderolnya Rp 10 ribu – Rp 15 ribu per ekor.
Untuk pemeliharaan di akuarium, lebih mudah dan fleksibel. Bisa tanpa aerator maupun dilengkapi aerator. Pola penggantian air layaknya ikan lainnya dengan perbandingan setengah air baru dan setengah air lama.
"Kalau ingin airnya bersih terus, ya bisa ditambah filter. Lobster ini sering naik ke permukaan untuk menghirup udara," ujar Samsul.
Satwa ini dapat dipelihara secara soliter maupun komunal di dalam akuarium dengan ukuran tidak perlu besar. Yang penting, ruang geraknya masih leluasa.
Nah ini perlu diperhatikan. Lengkapi akuarium dengan tempat persembunyian. "Lebih baik pakai substrat pasir dan batu. Tanpa media bersembunyi, rawan saling memangsa,” ungkapnya.
Cara lain agar tidak saling kanibal, Samsul mengingatkan jangan sampai telah memberi makan berupa sayuran yang dipotong kecil-kecil maupun jenis pelet tenggelam. (ves/wa) Editor : Damianus Bram