A. CHRISTIAN, Solo, Radar Solo
Jarum jam menunjukkan pukul 08.30. Galuh baru selesai mengikuti apel pagi di Mapolsek Laweyan. Setelah mendengarkan arahan dari pimpinan, bhabinkamtibmas Kelurahan Kerten ini lantas mengambil motor dinasnya dari parkiran polsek.
Setelah itu, dia lantas memacu kendaraan roda duanya ke kawasan Kerten. Sampai di lokasi, dia lantas memarkirkan kendaraan roda duanya di sebuah rumah sederhana. Dia lantas mengambil kardus yang sebelumnya dia ikat di boncengan sepeda motornya.
Kardus tersebut lantas dia serahkan kepada pemilik rumah yang diketahui bernama Tumirih. Perempuan parobaya ini tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya setelah mendapat paket sembako dari tangan Galuh.
"Ini sangat berarti apalagi dengan situasi kenaikan harga BBM saat ini uang sangat sulit sekali, meski bantuan sedikit pun sangat berarti," ujar Tumirih yang baru saja menerima sambako dari Galuh.
Dari lokasi tersebut, Galuh lantas bergegas ke rumah selanjutkan. Dia memberikan paket sembako ke warga. Kegiatan ini tidak hanya berkala, atau atas printah pimpinan, namun memang rutin dia lakukan sejak lama. Untuk membeli paket sembako, dia mengambil dari kocek pribadinya.
Ya, dia sudah melakukan kegiatan ini sejak tiga tahun terakhir. Galuh menuturkan, kegiatan bagi-bagi sembako ini dilakukan sejak 2019. Saat itu dia mendapat tugas menjadi bhabinkamtibmas di Kelurahan Kerten.
"Saat dapat mandat di sini (Kerten), saya langsung sambang ke rumah. Door to door. Ternyata masih banyak warga di Kerten itu ekonominya jauh dari kategori mampu. Sehingga muncul pemikiran bagaimana untuk meringankan beban mereka," jelas Galuh.
Warga binaannya ini masih banyak yang pendapatannya berada di bawah UMR Kota Surakarta. Galuh mengibaratkan jangankan untuk kebutuhan sekunder, untuk kebutuhan primer saja mereka harus berjuang mati-matian.
"Saya ingin bantu, tapi bagaimana caranya agar tidak membebani orang lain. Makanya saya memutuskan untuk menyisihkan gaji setiap bulan untuk membantu mereka. Istri juga mendukung," jelas polisi berpangkat aipda ini.
Programnya ini dia beri nama: satu hari satu bantuan. Sehingga setiap warga mendapat giliran bantuan dari Galuh. Disinggung berapa anggaran yang dia sisihkan tiap bulannya untuk membantu warga? Galuh mengatakan tidak menentu. Namun satu paket sembako yang dia berikan memiliki nilai Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu.
Kegiatan sosial yang dia lakukan ini ternyata memantik kepedulian pengusaha di wilayah Kerten untuk turut membantu sesama. “Biasanya yang punya hotel, punya minimarket, kemudian percetakan juga sering titip bantuan untuk disalurkan. Tapi tetap saya anggarkan dari anggaran pribadi saya untuk membantu warga," ujarnya.
Semua ikhlas dia jalankan tanpa pamrih. Tujuan dia hanya satu. “Selama saya hidup, masih diberi kesempatan akan terus membantu sesama. Ini bisa menjadi jalan mencari pahala di kemudian hari," ujar Galuh. (*/bun) Editor : Damianus Bram