Kura-kura darat jenis sulcata menjadi perhatian publik seiring rencana Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang berencana menghibahkan delapan ekor sulcata dewasa koleksi pribadinya ke Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ).
“Belum lama ini sempat diminta dinas terkait membantu menetaskan telur-telur sulcata milik Mas Gibran yang ada di Loji Gandrung. Sekarang mungkin baby sulcatanya sudah mulai bisa,” ujar Awan Sabrang Cakrawala, salah seorang pecinta reptil dan breeder Sulcata di Kota Bengawan.
Tegar memiliki tips untuk para keepers agar tepat dalam penanganan dan merawat baby sulcata yang cenderung lebih banyak perhatian, dibandingkan merawat sulcate remaja atau dewasa.
"Jangan lupa rutin menjemur baby sulcata sekitar 15-30 menit setiap hari antara pukul 08.00-10.00. Beri sedikit air wadahnya untuk membantu memerlancar buang air," ucapnya.
Jika hanya memiliki beberapa ekor sulcata, cukup dirawat dalam container box. Namun jika jumlahnya banyak, sebaiknya disiapkan tempat khusus layaknya tortotable (kandang khusus tortoise/kura darat) atau terarium.
“Sulcata ini habitat aslinya di gurun yang cenderung hangat dan kering, karena itu kandangnya lebih baik diberi lampu UV A (penghangat) dan lampu UV B (pengganti sinar matahari). Jangan lupa diberi thermometer untuk mengetahui suhu ruangan. Kondisikan suhu ruangan di 30-34 derajat celsius,” beber dia.
Sebagai pelengkap, kandang anak sulcata bisa dipasang hidding cave (tempat bersembunyi) jika merasa nyala lampu terlalu terang. Untuk alas, bisa memakai karpet PVC, karpet talang, cocohust, forestbark, atau jika mau irit bisa pakai koran bekas. "Jaga kandangnya tetap bersih,” kata Awan.
Urusan pakan, sulcata mengonsumsi tumbuh-tumbuhan. Favoritnya caisim, pakcoy, selada, fumak, siomak, daun murbei, kembang sepatu (baik daun atau bunganya), kaktus centong muda.
Untuk tambahan nutrisinya bisa diberi pelet khusus tortoise. "Baby sulcata rawan terkena flu atau pilek, jadi harus benar-benar tepat cara merawatnya. Kalau ukurannya sudah lebih dari 10 sentimeter, makin kuat beradaptasi dengan lingkungan," pungkasnya. (ves/wa/dam) Editor : Damianus Bram