Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Kisah Pedagang Cilok Keliling di Kecamatan Wedi Berseragam Batik Saat Jualan

Damianus Bram • Kamis, 26 Januari 2023 | 16:00 WIB
KREATIF: Pedagang Cilok keliling yang menggunakan seragam batik di depan SMA N 1 Wedi. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
KREATIF: Pedagang Cilok keliling yang menggunakan seragam batik di depan SMA N 1 Wedi. (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID - Sejumlah pedagang keliling di Kecamatan Wedi berinisiatif menggunakan seragam batik saat berjualan. Bahkan seragam yang dipakai setiap harinya selalu berganti-ganti. Seperti apa keunikannya?

ANGGA PURENDA, Radar Solo, Klaten

Ketiga pedagang cilok ini biasa berjualan di depan pintu gerbang SMAN N 1 Wedi, Desa Pasung, Kecamatan Wedi. Mereka biasa dipanggil Pak Petruk, Pak Min, dan Arifin. Gerobak dagangannya juga diparkir saling berdekatan. Mereka berjualan tanpa takut saingan karena sudah memiliki pelanggan masing-masing.

”Penggunaan seragam ini inisiatif yang sudah digagas sejak setahun lalu. Biar keliatan lebih keren. Termasuk biar semakin akrab antar pedagang,” kata Petruk yang memiliki nama asli Sagiman, 64, asal Desa Trotok, Kecamatan Wedi, Senin (23/1/2023).

Sagimin bersama rekan-rekannya memiliki lima setel seragam batik. Bahkan sudah memiliki jadwal untuk dikenakan. Batik warna merah digunakan pada Senin dan batik hijau digunakan pada Selasa.

”Untuk Rabu berwarna cokelat, Kamis biru, sementara Jumat warna kuning. Sedangkan pada Sabtu batik warna putih,” tambahnya.

Sagiman mengakui bersama keempat temannya tidak tergabung dalam paguyuban. Tetapi keakraban tetap terjalin karena memiliki kesamaan dalam mencari rezeki dan produk yang dijual. Ketika mereka bertemu, mereka justru berbagai pengalaman dan bercanda.

Saat jam istirahat tiba, mereka berjualan di depan SMA N 1 Wedi. Tetapi usai jam istirahat selesai, mereka menjajakan jajanannya secara keliling antar kampung.

”Untuk lokasi berjualan keliling daerahnya mana saja juga sudah masing-masing. Makanya itu kami tidak khawatir kaitannya saingan,” tambahnya.

Camat Wedi Rizqan Iryawan mengapresiasi kreativitas pedagang tersebut. Dia pun berencana membuatkan seragam kemeja batik pedagang lainnya.

”Tentunya kami pemerintah kecamatan mendukung penuh penggunaan kemeja batik sebagai seragam pedagang keliling. Kami juga berinisiatif untuk membuatkan seragam dengan warna yang belum ada sebelumnya. Harapannya bisa menarik perhatian pembeli,” tandasnya. (*/adi) Editor : Damianus Bram
#Pedagang Keliling Berseragam Batik #Pedagang Cilok Berseragam Batik #Pedagang Keliling di Wedi #PKL Berseragam Batik #pedagang cilok