Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Hoya: Tanaman Rambat dengan Bunga Cantik, Butuh Media Tanam Poros 

Damianus Bram • Minggu, 2 April 2023 | 16:00 WIB
Ilustrasi tanaman hoya. (ISTIMEWA)
Ilustrasi tanaman hoya. (ISTIMEWA)
RADARSOLO.COM - Unik dan cantik. Tanaman merambat ini memiliki bunga yang bentuknya seperti bintang. Bunga-bunga ini bergerombol menjadi setengah lingkaran dan menggantung. Warna tiap gerombolan nampak menor. Tanaman ini bernama hoya.

Hoya termasuk salah satu tanaman asli Indonesia. Tumbuhan tropis ini beragam jenisnya tersebar di seluruh daerah di Tanah Air. Selain di Indonesia, Hoya juga tumbuh di negara lain. Khususnya di kawasan Asia Tenggara. Ciri khas tanaman hoya adalah tumbuhnya melilit dan merambat. Juga bunganya yang unik.

"Tanaman ini lebih cantik kalau digantung. Karena dia merambat, kita bisa kreasikan bentuknya. Selain itu, bunga tanaman hoya juga tidak kalah cantik. Bentuknya seperti bintang bergerombol menjadi satu. Kelebihan lainnya, tanaman ini juga bisa sebagai antipolutan di dalam ruangan," ungkap plant lover, Rani Gayatri kepada Jawa Pos Radar Solo, kemarin.

Tanaman hoya punya banyak jenis. Di Indonesia saja, ada lebih dari seribu jenis berasal dari berbagai daerah. Di kebun miliknya, saat ini Rani tengah merawat sekitar 30 jenis. Namun yang memasuki tahap pembungaan baru sekitar 20 jenis saja. Apakah perawatan tiap jenis berbeda?

"Iya betul, tergantung daerah asalnya. Misalnya, hoya dari Kalimantan, iklim di sana panas, berarti kita harus mencoba dengan kondisi yang jangan terlalu teduh. Tapi juga jangan terlalu panas. Media tanam juga jangan terlalu lembab. Sediakan media tanam yang cenderung kering," jelasnya.

Nah, jika sudah beradaptasi dengan iklim tempat hoya dirawat, tanaman ini cukup mudah dipelihara. Tidak ada treatment khusus. Terpenting, media tanam wajib poros alias tidak mengikat air. Sebab, akar hoya gampang busuk.

"Hoya ini butuh cahaya yang lumayan cukup terang. Terlebih untuk proses pembungaan. Jadi bisa diletakkan di dekat jendela, di teras, atau di halaman tapi di bawah naungan. Kalau mau full sun full rain, hoya harus dibiasakan sejak awal. Tentu dengan adaptasi sedikit demi sedikit," jelasnya.

Hoya tidak terlalu suka air. Makanya, media tanam yang digunakan wajib poros. Jangan sampai terlalu basah. Rani menyebut media tanam untuk hoya bisa menggunakan humus daun bambu. Bisa juga dicampur dengan sekam bakar agar menjaga tetap poros. Intinya, jangan terlalu sering menyiram.

"Kalau terlalu lembab, hoya mudah terserang jamur di akarnya. Hama lain yang paling sering hadir, biasanya wereng dan kutu putih. Menyerang putik dan batang," sambungnya.

Bagi pemula yang ingin merawat hoya, apa yang harus dilakukan?

"Sebisa mungkin saat penanaman pertama, media tanamnya kering. Agar akar tidak mudah busuk. Penyiraman hanya dilakukan kalau media tanam benar-benar kering. Hoya diletakkan di bawah naungan. Usahakan jangan kena hujan langsung. Karena Hoya tidak mau terlalu lembab media tanamnya," ujarnya.

Rani menambahkan, tanaman hoya sebenarnya sudah banyak ditemui di Kota Solo dan sekitarnya. Paling banyak tumbuh jenis diversifolia. "Karena jenis itu banyak di daerah hutan karet, jati, di pohon besar. Selain bisa tumbuh lewat stek, hoya bisa tumbuh dengan biji juga. Biji ini terbawa angin, membuat hoya bisa tumbuh di sembarangan tempat," tandasnya. (aya/adi)  Editor : Damianus Bram
#Tanaman Hoya #Merawat Tanaman Hoya #Hoya #Plant Lovers