Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Tari Gambyong Pareanom, Tradisi Sambut Tamu Kenegaraan

Damianus Bram • Senin, 8 Mei 2023 | 01:15 WIB
MASSAL: Ribuan penari membawakan tari Gambyong Pareanom, menyambut sebuah event internasional di Jalan Slamet Riyadi. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
MASSAL: Ribuan penari membawakan tari Gambyong Pareanom, menyambut sebuah event internasional di Jalan Slamet Riyadi. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
RADARSOLO.COM - Seni tari tradisional masih dilestarikan engan apik di Kota Bengawan. Salah satunya tari Gambyong Pareanom, yang biasa ditampilkan untuk menyambut tamu agung.

Tari Gambyong Pareanom merupakan tari tradisional asli Kota Solo. Umumnya tarian ini ditampilkan untuk penyambutan tamu kenegaraan.

“Sebenarnya tari penyambutan tamu dari negara-negara lain. Ketika raja Keraton Kasunanan Surakarta menerima tamu dari Belanda atau negara lain, biasanya diawali dengan tari Gambyong,” terang pegiat sejarah dan budaya asal Kota Solo Raden Surojo, Sabtu (6/5/2023).

Surojo menambahkan, asal usul tari Gambyong berawal dari Ladrang Pareanom Laras Pathet Manyura ciptaan Paku Buwana (PB) V. Kemudian di era PB IX, ada seorang penari keraton bernama Sri Gambyong. Dia diminta keraton untuk menari, karena ada tamu adal Belanda yang datang.

“Berhubung penari pertama adalah Sri Gambyong, ditambah iringan gedhing Ladrang Pareanom Laras Slendro Pathet Manyura, maka tari penyambutan ini dinamakan Gambyong Pareanom. Kejadiannya pada abad ke-19. Tari Gambyong menjadi kebiasaan, dengan menyesuaikan aturan keraton,” imbuh Surojo.

Pada era 1950-an, Nyi Bei Mintoraras memadukan dan menyesuaikan gerakan tari Gambyong. Seiring perubahan zaman, tarian ini tidak hanya berpaku pada Pareanom saja. Sudah banyak akademisi maupun seniman yang menciptakan Gambyong dalam versi baru.

“Tapi kalau yang baku itu Gambyong Pareanom. Karena diiringi Ladrang Pareanom ciptaan PB V," bebernya.

Seniman tari sekaligus guru SMAN 1 Simo, Boyolali Agus mengaku, ada berbagai kreasi tari Gambyong. Seperti Gambyong Pareanom, Gambyong Mudotomo, Gambyong Pangkur, dan Gambyong Gambir Sawit.

“Gerakan dasar tari Gambyong ada tiga. Diawali gerakan maju beksan atau gerakan awal. Yakni menggerakan kepala dan tangan dengan sangat lembut. Ini sebagai awal gerakan untuk memulai tari Gambyong,” urainya.

Berlanjut pada gerakan utama atau beksan. Selain menggerakkan kepala dan tangan secara lembut, kaki penari juga bergerak mengikuti ritme yang agak cepat. Wajah penari harus menampilkan raut muka keanggunan. Ciri khas kecantikan dan kelembutan wanita Jawa Tengah,” papar Agus.

Selanjutnya gerakan penutup atau mundur beksan. Di sini  penari menampilkan tarian dengan tempo yang lebih lambat. (nis/fer/dam) Editor : Damianus Bram
#tari tradisional solo #Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat #Tari Gambyong Pareanom #seni tari tradisional