RADARSOLO.COM - Para seniman lukis di Klaten sebenarnya tidak kalah dengan seniman Solo dan Jogja. Mereka rutin menggelar agenda melukis bareng. Selain ajang unjuk gigi, juga mengakrabkan antarseniman.
Puluhan seniman lukis muda tampak asyik larut dengan lukisan masing-masing di Pendapa Monumen Juang 45 Klaten kemarin. Mereka menuangkan imajinasi lewat cat di atas kanvas hingga menjadi lukisan indah.
Para seniman lukis ini tergabung dalam Paguyuban Seni Rupa Klaten (Pasren). Ada 40 pelukis berbagai aliran asal Kota Bersinar yang hadir di tempat itu.
“Ini sebenarnya kegiatan rutin. Kami gelar empat kali dalam setahun. Ini juga menjadi ajang untuk mengakrabkan pada seniman di Klaten,” ujar Ketua Pasren Karang Sasangka kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin (19/7/2023).
Sasangka mengungkapkan, dalam kegiatan melukis bersama itu juga diikuti dari berbagai kalangan usia. Terutama anak muda agar ada regenerasi seniman lukis dengan menghasilkan sejumlah karya.
“Kenapa kali ini kami memilih melukis bersama di Monumen Juang 45 Klaten. Sebab, kami ingin sekaligus mendiskusikan terkait patung yang dibuat para seniman dari Klaten. Harapannya sejarahnya tidak hilang,” ujar Sasangka.
Salah seorang seniman lukis yang terlibat dalam kegiatan tersebut, Nanang, 29, mengatakan, karya lukis seniman asal Klaten sebenarnya tak kalah dengan daerah lainnya. Sekalipun diapit oleh dua kota budaya yakni Jogja dan Solo.
“Melalui kegiatan melukis bersama ini diharapkan perkembangan seni rupa khususnya seni lukis di Klaten semakin maju. Klaten itu berada di tengah-tengah antara Solo-Jogja yang dikenal dengan pelukis realis. Meski sebenarnya juga ada pelukis kontemporer,” ujar Nanang yang merupakan lulusan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta ini.
Nanang mengaku, secara pribadi aliran karya lukisnya lebih mengarah kontemporer dan surealis. Ada pun objek yang paling banyak dilukis bertema satwa yang terancam punah dengan berbagai makna di dalamnya. Selama ini dia aktif melukis dan mengikuti pameran hingga perlombaan.
Sejumlah pameran telah dia ikuti. Tidak hanya di Klaten, Jogja maupun kota sekitarnya saja. Belum lama ini dia juga ikut pameran lukis di Malaysia. Ada lima karya yang dia bawa dan laku dibeli para kolektor maupun desainer di Negeri Jiran.
“Itu menjadi pengalaman pertama saya mengikuti pameran di luar negeri. Untuk karya-karya lukis saya pernah dibeli hingga puluhan juta,” ujar pria asal Kelurahan Mojayan, Kecamatan Klaten Tengah ini.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Klaten Widowati mengapresiasi kegiatan melukis bersama yang dimotori Pasren. Kegiatan tersebut bisa menjadi ajang silaturahmi dan konsolidasi seniman di Klaten.
“Kami mendukung kegiatan melukis bersama ini dan memfasilitasi agar seni lukis di Klaten semakin berkembang,” ujar dia. (*/bun)
Editor : Damianus Bram