Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Mahib Fairuzabadi, Salah Seorang Pencipta Komik Fikun dan Fiko: Menjadi Media Edukasi Anak, sedang Urus Hak Cipta

Antonius Christian • Senin, 13 November 2023 | 16:44 WIB
PEDULI PENDIDIKAN: Mahib Fairuzabadi di kompleks kampusnya kemarin (12/11).
PEDULI PENDIDIKAN: Mahib Fairuzabadi di kompleks kampusnya kemarin (12/11).

RADARSOLO.COM - Siapa yang tidak mengenal komik? Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga lanjut usia (lansia) banyak yang menyukai alur ceritanya yang dilengkapi gambar.

Inilah yang mengilhami lima mahasiswa program studi (prodi) hubungan internasional (HI) salah satu kampus di Solo, untuk membuat komik Fikun dan Fiko.

Seorang pemuda dengan potongan rambut ala oppa Korea, terlihat duduk sendirian di sebuah kursi di kompleks salah satu kampus terkemuka di Kota Solo, kemarin (12/11).

Dia mengenakan kaus warna hitam. Dibalut kemeja hitam bergaris putih.

Tangannya asyik memainkan smartphone. Melihat kedatangan wartawan Koran ini, senyumnya seketika mengembang. Lalu mempersilakan duduk di bersebelahan.

“Siang mas. Silakan duduk,” kata pemuda itu yang tak lain Mahib Fairuzabadi, salah seorang dari lima pencipta komik Fikun dan Fiko.

Komik ini digagas sejak Maret lalu. Saat itu mereka didorong salah seorang dosen untuk mengikuti lomba kewirausahaan. Lomba itu diadakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Kemudian kami berlima berinisiatif membuat platform khusus anak-anak sebagai media pembelajaran. Lalu muncul pertanyaaan, apa ya bentuknya? Akhirnya kami membuat platform media sosial (medsos). Kami mengajak anak usia TK dan PAUD untuk peduli terhadap ilmu pengetahuan,” imbuh Mahib.

Tak hanya satu, Mahib dkk membuat dua bentuk langsung dalam platform edukasi tersebut. Ada yang berbetuk digital berupa infografis dan video. Serta berbentuk cetak, yakni komik Fikun dan Fiko.

Konsep ini menyajikan pembelajaran ilmu pengetahuan yang dikemas lebih menyenangkan.

“Di sisi lain tetap ada sisi entrepreneur-nya. Tidak lepas dari dunia kewirausahaan anak muda. Jadi kami menjual komik ini seharga Rp 5.000 per buku,” papar Mahib.

Ternyata gagasan ini diterima Kemendikbudristek. Alhasil Mahib dkk lolos pembiayaan secara nasional. Tepatnya dalam program pembinaan mahasiswa wirausaha.

“Dari situ kami mendapat pembinaan secara konsisten,” beber pemuda kelahiran Boyolali, 4 April 2004 ini. 

Bukan tanpa alasan mengapa Mahib dkk memilih anak-anak sebagai sasaran program. Alasan utamanya karena latar belakang mereka bukan dari fakultas kependidikan.

Faktor lainnya, karena mereka tergugah untuk ikut mencerdaskan generasi masa depan bangsa. Di mana data UNESCO, tingkat literasi orang Indonesia 1 banding 1.000.

“Kami melihat kehidupan anak didominasi informasi yang tidak jelas asal sulusnya. Ibaratnya banyak yang hoaks. Sehingga kami ingin berkonstribusi bagi dunia anak-anak. Apalagi menyongsong Indonesia Emas 2045, perlu kesadaran untuk meningkatkan literasi masyarakat,” papar Mahib. 

Langkah yang dilakukan Mahib dkk terbilang brilian. Apalagi mereka hanya butuh waktu sekira 7-10 hari dalam pembuatan komik. Mulai dari pembuatan cerita, ilustrasi, hingga proses cetak.

“Satu bendel isinya 8-10 lembar komik. Ceritanya seputaran flora dan fauna, fisika dan sains dasar, termasuk pelajaran sejarah. Ke depan ada komik lagi dengan ikon-ikon Kota Solo,” paparnya.

Sejauh ini sudah ada pesanan 1.000 komik. Di antaranya datang dari komunitas yang bergerak di bidang pendidikan anak.

“Semoga ke depan komik buatannya kami bermanfaat untuk seluruh anak di Indonesia. Harapan kami komik ini bisa masuk ke lembaga TK atau PAUD. Konsistensi ini yang terus kami lakukan,” urainya

Ke depan, Mahib dkk terus menggarap program ini dengan serius. Salah satunya mematenkan hak cipta komik.

“Rencananya kami akan membuat CV dulu supaya bisa berbadan hukum. Saat ini sedang proses terkait hak cipta. Supaya komik ini lebih pakem dan tidak diklaim orang,” tandasnya. (atn/fer)

Editor : Damianus Bram
#Media Edukasi Anak #Kemendikbudristek #Komik #Fikun dan Fiko