Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Nugas, Nongkrong, Ngopi, Ngrumpi Bareng Kucing-Kucing Menggemaskan, Bisa ke Sini

Maulida Afifa Tri Fahyani • Kamis, 4 Januari 2024 | 15:00 WIB
Kafe milik Nadia Firdausi di Jalan Ronggowarsito, Pasar Kliwon, berkonsep bermain dengan kucing.
Kafe milik Nadia Firdausi di Jalan Ronggowarsito, Pasar Kliwon, berkonsep bermain dengan kucing.

RADARSOLO.COM-Kucing menjadi salah satu hewan yang banyak digemari. Meski begitu, terkadang para pecinta kucing tidak bisa bebas memelihara atau bermain dengan anabul ini.

Nah, fenomena tersebut menginspirasi Nadia Firdausi merintis bisnis.

Lincah, lucu, dan menggemaskan. Menggambarkan perilaku kucing-kucing yang ada di kafe di salah satu sudut Kota Solo ini.

Meski hujan deras pada Rabu (3/1/2024), namun di ruangan kafe, kehangatan tercipta dari tingkah unik anabul.

Para pengunjung pun tampak asyik bermain dengan kucing, sembari menikmati hidangan mereka.

Ya, kafe unik Jalan Ronggowarsito, Kampung Baru, Pasar Kliwon ini menjadi surga para pecinta kucing.

"Sejak kecil aku memang suka dengan kucing, sehingga saya memiliki ide untuk membuat kafe unik ini,” jelas Nadia.

Bermula dari program wirausaha di kampus yang kemudian dikembangkan hingga kafe tersebut bisa bertahan sampai sekarang.

“Pengunjung bisa nyantai, nugas, ataupun ngemil sambil main sama kucing di kafe ini," jelasnya.

Terciptanya ide bisnis kafe kucing ini karena Nadia melihat banyak yang menyukai kucing namun tidak bisa bebas memeliharanya. Entah itu karena kesibukan maupun tempat.

Alhasil perempuan 24 tahun ini memiliki ide menciptakan ruang bagi mereka yang ingin melepas penat, dengan bertemu anak bulu yang lucu-lucu.

"Waktu indekos dulu juga tidak dibolehkan bawa kucing. Jadi rasanya tidak ada pereda stress, karena kan aku suka anabul,” terang Nadia.


“Aku melihat teman-temanku juga sama, tidak ada kesempatan untuk memelihara. Akhirnya dari sini aku mengembangkan untuk bisnis kafe kucing. Sambil bikin safe space (ruang aman) buat mereka," imbuh dia.

Kucing memang telah lama dikenal sebagai hewan peliharaan yang dapat memberikan manfaat emosional bagi sebagian orang.

"Ada 15 kucing. Untuk jenisnya ada persia, himalaya, kucing kampung, mix persia, sampai maine coon juga ada," imbuhnya.

Membangun kafe kucing memang tak gampang. Terlebih kucing adalah hewan yang mudah stress.

Maka Nadia turut memperhatikan kenyamanan dan kesehatan si kucing. Berbagai fasilitas area bermain kucing tersedia di kafenya. Agar kucing juga merasa aman selama dikunjungi banyak pelanggan.

"Sebenarnya kucing di sini sudah terbiasa dengan orang berkunjung. Mereka sudah bisa rileks,” ucapnya.

“Tapi memang ada saat di mana ketika kafe terlalu ramai, beberapa dari mereka bakal bersembunyi. Makanya di kafe aku sediakan beberapa bilik atau kotak untuk mereka kalau capek ketemu orang," kata Nadia.

Nadia dan timnya juga sering meng-grooming sebelum kafe buka. Dengan cara kucing disisir, terus dibersihin telinganya

“Mandi biasanya sebulan sekali. Jam makan kami perhatikan,” terang dia

Pengunjung kafe kucing juga beragam. Mulai dari anak muda hingga keluarga. Seperti halnya kafe, pengunjung juga berkesempatan mencicipi hidangan yang menggungah selera.

Tersedia kopi, teh, cokelat, dan makanan ringan hingga berat.

Kebersihan hidangan menjadi prioritas. Dengan cara memisahkan dapur serta memberikan plastic wrap di makanan yang dihidangkan agar tak terkontaminasi bulu-bulu kucing.

"Kalau sistem di sini agak beda dari kafe konvensional, karena kami kan ada kucingnya,” jelas Nadia.

“Awalnya aku memberlakukan tiket masuk per jam. Tapi aku ganti dengan aturan minimal order untuk pengunjung,” pungkasnya. (*/bun)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#kucing #kafe #nongkrong