Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Punden Setro, Cikal Bakal Berdirinya Dusun Setro: Niat Jelek, Jangan Kaget Ditemui....Ih Seremmm

Iwan Adi Luhung • Minggu, 14 Januari 2024 | 15:36 WIB
Suasana di Punden Setro yang dikelilingi pepohonan rindang di Dusun Setro, Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri.
Suasana di Punden Setro yang dikelilingi pepohonan rindang di Dusun Setro, Desa Wonoharjo, Kecamatan Wonogiri.

RADARSOLO.COM-Asal-usul Dusun Setro, Desa Wonoharjo, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri tak luput dari keberadaan punden di sana. Berdasarkan cerita turun-temurun, tokoh pendiri dusun setempat moksa di punden itu.

Suasana di Punden Setro cukup asri dan sejuk. Karena dikelilingi beberapa pohon berukuran besar. Ada pohon semak, wungu, berringin, dan sebagainya.

“Dulu ada satu pohon beringin lagi, tapi sudah lama ambruk. Kalau usianya mungkin sudah ratusan tahun,” kata juru kunci Punden Setro Sukimin kepada radarsolo.com.

Baca Juga: Punden Macanan di Kecamatan Kebakkramat, Tempatnya Hening, Jadi Jujukan Calon Kepala Desa

Sukimin dan warga sekitar meyakini, pohon-pohon itu ditunggu sosok-sosok tak kasat mata yang masih sekeluarga. Mereka adalah Den Bagus Darmo, Den Ayu Sinah, Den Ayu Sinem, dan Mas Gadung Mlathi.

“Ceritanya, ada satu pohon untuk menali kuda kesayangan Den Bagus Darmo. Ya di sini cikal bakal Dusun Setro. Dulunya wilayah ini hutan belantara. Tidak ada yang berani tinggal di sini,” imbuh Sukimin.

Sukimin bercerita lagi, dulu Den Bagus Darmo hanyalah rakyat biasa. Suatu ketika berkeinginan agar wilayah di sana menjadi permukiman warga.

Lalu dia bertapa di sekitar punden. Hingga akhirnya Den Bagus Darmo diyakini moksa di punden tersebut.

“Dulu tidak ada yang berani menginjakkan kaki di sini. Sekarang sudah berbeda. Den Bagus Darmo itu ahli semedi. Dia moksa di sini,” beber Sukimin.

Di area punden terdapat sumber air. Lokasinya di bawah pohon semak. Orang-orang yang menginginkan bantuan kerap datang ke sumber air ini. Asalkan niatnya baik, diyakini apa yang diinginkan tercapai.

Lain halnya jika niatnya buruk, akan mendapat ganjarannya. Seperti kisah warga Klaten yang datang ke Punden Setro, lalu diganggu makhluk halus.

“Awalnya tanya lokasi Punden Setro. Saya bilang kalau tujuannya baik saya antarkan. Tapi jawabnya minta sendiri. Malah menantang kalau jin dan setan itu temannya,” beber Sukimin.

Benar saja, orang itu lalu pergi sendiri ke Punden Setro. Tak lama, dia lari terengah-engah. Galon air yang sempat dibawanya langsung dibuang. Dari raut mukanya, lanjut Sukimin, terlihat sangat ketakutan.

“Mungkin melihat penampakan yang menakutkan. Karena itu lari ketakutan. Pesan saya, yang izin dulu dan datang dengan tujuan baik,” ujar Sukimin.

Di sisi lain, pernah ada warga sekitar yang sakit. Lalu bernazar akan mengirim tumpeng ke Punden Setro jika diberi kesembuhan. Benar saja, setelah sembuh dia mengirim tumpeng ke punden.

Kisah lainnya adalah penampakan lele dan keong mas jadi-jadian di sekitar punden. Menurut Sukimin, dua makhluk tersebut dipercaya keberadaannya di punden.

“Konon jika lele dan keong mas diambil orang, akan datang malapetaka,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Setro Marjoko mengaku warga sekitar sangat memghormati kultur di punden tersebut. Sejumlah kegiatan syukuran seperti rasulan rutin digelar.

“Sumber airnya dari dulu seperti itu. Saat banjir, air dari sungai di sekitar punden tidak sampai masuk ke sumbernya,” beber Marjoko. (al/fer)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#punden setro #moksa #desa wonoharjo