RADARSOLO.COM - Tempat nongkrong kekinian makin menjamur di Kota Solo. Tak hanya menyediakan tempat ngopi dan makan, tapi juga menampilkan kafe-kafe unik. Salah satunya kafe bertema otomotif ini.
Puluhan kendaraan sepeda motor nampak terpajang rapi di kafe sudut Kota Bengawan. Tampilannya mengkilap dan jenisnya macam-macam.
Di sudut lain, meja dan kursi juga terlihat rapi. Beberapa pelanggan tengah sibuk menikmati hidangan dan nongkrong bersama.
Inilah gambaran suasana kafe unik di Kecamatan Serengan, Senin malam (29/1). Bukan sekadar tempat nongkrong biasa.
Kafe ini menyediakan nuansa berbeda, yang pastinya menjadi surga bagi pecinta motor jadul hingga anyar.
”Kafe ini terbangun atas inisiatif kami yang beberapa waktu lalu sempat main ke Thailand. Kami melihat ada kafe dengan tema otomotif motor. Karena kebetulan suami juga penyuka motor unik, maka terbangunlah usaha ini,” kata sang owner Astrid Natasari kepada Jawa Pos Radar Solo.
Kafe yang terletak di Jalan Moh Yamin, Serengan, ini baru berdiri sejak tujuh bulan lalu. Astrid bersama suami, yakni Rima Ferdianto adalah pencetusnya.
Pasangan suami istri (pasutri) ini bersama-sama membangun bisnis kafe otomotif dan berkongsi dengan rekan-rekan pecinta motor lainnya.
”Ada banyak jenis komunitas motor yang saya dan suami ikuti. Komunitas vespa, ninja, dan motor lainnya. Jadi koleksi motor kami dan teman-teman pada dipajang di sini,” jelas Astrid.
Sekitar 35 jenis motor terpampang di dalam ruang seluas 15x8 meter ini. Jenisnya pun beragam. Mulai dari motor keluaran paling tua era 60,70, hingga 80an. Vespa, Kawasaki Ninja, Astrea, Honda, Yamaha, Suzuki 2 Tak, dan lain sebagainya.
Bahkan ada vespa yang paling banyak diincar kolektor karena corak keoldishan-nya. Yakni vespa darling atau vespa spesial 90, yang diklaim langka dan mahal di kalangan para kolektor.
”Bahkan dulu sempat ada pelanggan datang ke sini dan sambil lihat-lihat. Eh sampai nawar mau beli salah satu koleksi kami,” kelakarnya.
Astrid memaklumi jika pelanggan menganggap usahanya layaknya dealer motor. Tak hanya membuka kafe, dia pun juga membuka bengkel restorasi untuk pelanggan yang ingin mempecantik kendaraanya.
Seperti yang terlihat di salah satu sudut, berbagai perlengkapan restorasi motor dan helm tersedia. Ada layanan seperti coating, cuci motor, coating helm, cuci helm, hingga helm painting.
”Memang konsepnya ini adalah kafe dan bengkel. Kalau pagi sampai siang kami buka bengkelnya. Jadi pelanggan yang datang ke sini bisa menikmati kuliner, saat menunggu motor mereka selesai dicuci atau didandanin,” lanjutnya.
Tak mudah memang menjalankan bisnis kafe berkonsep lain dari pada umumnya usaha. Astrid bercerita saat menata desain kafenya dia harus mempertimbangkan banyak hal. Seperti tempat yang sempit namun harus muat dengan puluhan motor.
Dia bersama timnya bahkan menggunakan crane untuk mengangkut motor-motor yang terpampang di bagian tengah-atas ruangan. Sebagian motor lain diletakkan di dalam etalasi lantai dua.
”Kalau untuk perawatan ya kami bersihkan, dan biasanya berapa bulan sekali itu pajangan motornya kami ganti,” sebutnya.
Astrid mengakui, meski motor adalah hobi pertama suaminya, namun dia sangat mendukung selama bernilai positif. Terlebih, dengan adanya usaha ini, dia dan suaminya bisa menambah ladang rezeki yang berasal dari hobi.
Sejumlah pelanggan juga antusias setiap datang ke kafe motor miliknya. Macam-macam makanan berat hingga ringan juga tersedia.
Ali Andri salah seorang pengunjung mengaku tertarik dengan konsep dan desain kafe. Apalagi dia juga menjadi pecinta otomotif. Terutama motor-motor lawas.
Dia yang datang bersama dua temannya merasa takjub, dengan kehadiran vespa darling yang menurutnya sangat ikonik tersebut.
”Pertama kali coba kesini karena beberapa kali lewat. Dan ternyata didalamnya bagus. Mungkin besok bisa jadi balik ajak teman-teman lebih banyak,” tandasnya. (ul/adi)
Editor : Damianus Bram