RADARSOLO.COM - Bengawan UV Roboboat Team Universitas Sebelas Maret (UNS) perlu waktu empat bulan untuk menciptakan kapal bernama Mandakini Hydra.
Kapal itu mampu meraih beberapa prestasi dalam kompetisi RoboBoat di Nathan Benderson Park Sarasota, Florida, USA, 5-11 Februari lalu.
Otak 17 mahasiswa anggota teknis dan nonteknis Bengawan UV Roboboat Team Universitas Sebelas Maret (UNS) terus berputar.
Bahkan sudah sejak Oktober tahun lalu, mereka memulai riset untuk membuat kapal. Tentu bukan kapal yang biasa-biasa saja, namun harus ada “keistimewaan”.
Nah, kapal ini diproyeksikan untuk lomba RoboBoat di Nathan Benderson Park Sarasota, Florida, USA, 5-11 Februari.
Kompetisi tahunan untuk membuat autonomous surface vehicle (ASV) atau disebut kapal tanpa awak berbasis autonom.
"Fokus riset ini terdiri dari dari tiga bidang, yaitu design manufacture, electronics, dan programming," beber Ketua Bengawan UV Muhammad Zainnal Mutaqin kepada RadarSolo.com.
Design manufaktur melakukan riset mendalam mengenai desain kapal yang terbaik sesuai kondisi perairan dengan gelombang yang besar dan kebutuhan misi yang diambil.
Sementara eletronics melakukan riset tentang sistem daya, sistem propulsi kapal, microcontroller, sensor, dan sistem mekanika yang dibutuhkan kapal untuk menyelesaikan berbagai misi.
"Terakhir yaitu programming, yakni melakukan riset mengenai protocol control system, object detection, dan program automatis untuk menyelesaikan misi," sambung Zainnal.
Proses yang dilewati para mahasiswa ini juga tak seperti membalikkan telapak tangan. Perlu diingat lagi mereka merupakan mahasiswa yang punya jadwal kuliah berbeda-beda. Artinya, mereka harus pintar-pintarnya mengatur waktu.
"Kami harus mempelajari hal baru yang belum kami kuasai, membagi waktu kami untuk melakukan riset dengan waktu belajar atau kuliah. Serta keluar dari zona nyaman untuk bergabung ke dalam tim untuk berkompetisi," tambahnya.
Ini baru tantangan secara umum. Belum lagi kendala yang bisa dibilang kompleks. Yakni saat kompenen kapal rusak.
Ketika ada bagian rusak maka anggota harus mencoba memperbaikinya terlebih dahulu. Jika tidak bisa, harus diganti komponen baru.
"Kendala lain terkadang waktu riset yang bertabrakan dengan waktu kuliah, dan cuaca yang buruk sehingga menghambat dalam melakukan uji coba kapal di danau UNS," ujarnya.
Setelah melalui rintangan selama empat bulan ini, kapal mereka pun jadi. Kapal berbasis modular dengan bentuk modified V hull yang dilengkapi dengan berbagai sensor dan dibekali dengan program image processing architecture TensorRT.
Kapal ini diberi nama Mandakini Hydra yang merupakan generasi keempat yang telah dikembangkan dari kapal sebelumnya.
"Kami berangkat pada 2 Februari menuju Jakarta. Kemudian terbang menuju Orlando, Florida. Tiba di Orlando pada 4 Februari. kemudian melanjutkan perjalanan menuju Sarasota, Florida," ungkap Zainnal.
Dalam kompetisi ini tak semua anggota berangkat. Hanya ada lima delegasi. Mereka adalah Muhammad Zainnal Mutaqin, Muh Linggar Adhi Wardhana, Aria Pranata, Istinganah Saetu Rohmah, dan Petra Rivaldo Anungrah.
Kelimanya siap untuk memaparkan ciptaan Bengawan UV UNS. Bersaing dengan 15 tim dari enam negara dari berbagai benua, seperti Turki, Amerika Serikat, Meksiko, Polandia, Kanada, dan Indonesia.
Kompetisi berjalan pada umumnya. Hari pertama agendanya adalah registrasi dan perakitan kapal.
Berlanjut ke hari kedua yakni safety inspection dan trial atau uji coba kapal pada lintasan. Lalu hari ketiga trial kapal dan pelatihan robotic STEM.
"Hari keempat kualifikasi menuju babak final, lalu hari kelima ada presentasi mengenai desain dan pengembangan kapal. Serta asessment system, semacam tanya jawab secara detail mengenai hal teknis di dalam kapal untuk menyelesaikan misi," jelas Zainnal.
"Lalu hari keenam merupakan babak final dan hari terakhir merupakan fun race dan awarding," imbuhnya.
Untuk kompetisi secara umum terdiri dari dua kategori yaitu autonomy challenge dan design documentation.
Pada autonomy challenge, kapal yang telah diciptakan diharuskan melewati berbagai misi autonomous seperti navigation channel, follow the path, docking, duck wash, dan speed challenge.
"Pada design documentation terdapat beberapa sub kategori yaitu website, design presentation, technical design report, assessment system, dan video introduction," tambahnya.
Saat kompetisi berjalan, Bengawan UV mengalami beberapa rintangan seperti ombak yang besar disertai angin dan musim dingin saat melakukan kualifikasi dan final.
"Untuk mengatasi rintangan tersebut sebenarnya sulit, namun dapat dikurangi dampaknya dengan menciptakan kapal dengan lambung yang stabil, tahan gelombang, kedap air, serta menyiapkan program yang terbaik untuk menyelesaikan berbagai misi," jelasnya.
Hasil tak mengkhianati usaha. Setelah itu, kapal Bengawan UV UNS mendapatkan beberapa prestasi. Di antaranya adalah 3rd Place Overall Design Documentation dan 6th Autonomy Challenge.
"Dari kompetisi ini tentunya dapat ilmu baru mengenai hal teknis seperti sensor, computer vision, artificial intelligence, dan tentunya mendapatkan teman baru dari universitas luar negeri. Semoga tahun depan mendapat hasil lebih baik," ujarnya. (nis/bun)
Editor : Damianus Bram