RADARSOLO.COM -- Setiap orang pasti memiliki emosi. Di mana emosi ini bisa berubah, tergantung kondisi mood dari seseorang. Ada yang bersifat positif, namun tidak sedikit yang bersifat negatif. Nah, Yunita Dian Permana punya cara khusus untuk mengubah itu.
Menggambar ternyata tidak hanya bisa menyalurkan emosi. Namun bisa mengubah dari negatif ke positif. Yunita yang memliki latar belakang pendidikan seni rupa ini mengatakan,
YUNITA punya cerita unik di balik ide dia melahirkan terapi emosi melalui cara menggambar ini. Dia melihat banyak pihak yang merasakan mentalnya mudah jatuh, terutama kalangan generasi Z dan milenial. Dan itu dia lihat dari teman-teman dekatnya.
"Mereka punya masalah berat, tapi tidak mau cerita. Dipendam begitu saja. Padahal kalau itu dibiarkan, bisa makin parah. Untuk itu, saya cari cara, bagaimana orang yang merasa down ini, bisa mengungkapkan isi hati mereka, tanpa harus cerita," katanya.
Yunita menjelaskan, emosi negatif seperti amarah, kecewa, sedih dan lain sebagainya ini bila dibiarkan, tidak hanya berdampak pada diri sendiri, namun juga kepada orang lain.
"Karena tidak mau cerita, akhirnya saya minta diluapkan dalam gambar. Agar bisa berubah menjadi emosi positif. Sebab, bila dia benar-benar dapat emosinya, kemudian ditumpahkan digambar, gambarnya bisa hidup," papar Yunita.
Sebelum terapi ini dilakukan, orang tersebut harus mengetahui jati dirinya terlebih dahulu. Apa yang sedang dirasakan. Kemudan Yunita akan memberikan sejumlah pilihan warna di depan orang tersebut. "Pertama mereka saya minta buat garis dulu. Dari situ sudah bisa terlihat, apakah dia masih dikuasai emosi negatif atau tidak," ujar Yunita.
Bila mampu menggambar garis yang simetris, maka dia sedang dikuasi emosi positif. Namun bila gambarnya seperti benang kusut, otomatis dia sedang dikuasi emosi negatif.
"Dari situ bisa dilihat, padahal sekadar garis, tapi sudah cukup untuk meggambarkan emosi kita," ungkapnya.
Setelah itu, barulah berlanjut untuk menggambar yang ke arah serius. Dalam tahap ini, Yunita akan membantu meneruskan.
"Nanti tergantung dari mereka, mau dilanjutkan seperti apa. Mau berbentuk abstrak, atau berbentuk karakter sesuai dengan deskripsi yang mereka inginkan," tuturnya.
Dari situ, orang tersebut selanjutnya akan mewarnai gambar tersebut. Bila kondisinya down, mereka akan memilih warna-warna bernuansa gelap. Seperti hitam, abu-abu, cokelat tua, merah tua, serta ungu. Namun ketika seseorang sedang bahagia akan memilih warna-warna cerah seperti kuning, biru muda, hijau, merah muda, dan lain sebagainya.
Setelah bisa meluapkan emosinya lewat gambar, lanjut Yunita, biasanya orang tersebut akan merasa lega. Seakan-akan emosi tersebut berpindah dari dalam diri mereka kedalam gambar tersebut.
"Setelah itu, biasnya ya saya sediki memberi advice (nasihat) atau masukanlah kepada mereka, untuk tidak terlalu terlarut dalam emosi negatif," tuturnuya.
Kecewa, sedih, marah itu hal yang wajar. Sebab, itu merupakan salah satu sifat dasar manusia. Namun kalau setiap saat dikuasi emosi negatif, tentunya jiwanya lama-lama akan terganggu. (zia/bun)
Editor : Kabun Triyatno