Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Berawal dari Waiter Restoran, Djati A Wijaya, General Manager Grand Mercure Solo Baru Tularkan Kunci Sukses

Maulida Afifa Tri Fahyani • Jumat, 28 Juni 2024 | 05:10 WIB
Djati A Wijaya, General Manager Grand Mercure Solo Baru.
Djati A Wijaya, General Manager Grand Mercure Solo Baru.

RADARSOLO.COM - Lika-liku berkarir sebagai hotelier hampir khatam dijalani Djati A Wijaya, general manager Hotel Solo Baru.

Pria yang hobi bersepeda ini telah banyak berkelana.

Ibarat kayu jati yang tahan dalam segala cuaca, begitula Djati saat menghadapi berbagai tantangan industri perhotelan di berbagai daerah.

Antarkota antarprovinsi, rute karir perhotelan Djati berpindah-pindah. Dia kali pertama bergabung dengan hotel di bawah naungan Accor Group sekitar 2009.

Tepat di salah satu hotel Sumatera Barat, perdana Djati menapaki posisi general manager (GM).

Dia menggantikan posisi GM yang sebelumnya dijabat oleh warga negara asing.

"Saya dulu berpikir, masa sih orang Indonesia nggak bisa jadi GM. Akhirnya saya lamar ke beberapa hotel dan menjadi pelaksana tugas atau plt GM dulu di Bukit tinggi," beber dia.

Panjangnya perjalanan karir, Djati pun semakin paham terhadap prospek bisnis hotel.

Dia yang sempat belajar manajemen perhotelan di Belanda, memadukan pengetahuan dan pengalamannya perihal pengelolaan bisnis yang baik.

Terbukti, Accor Group mempercayakan dirinya untuk mengelola Grand Mercure Solo Baru sebagai hotel kelas bintang lima.

"Memanajemen hotel itu tantangannya supaya tamu nyaman dan mau balik ke hotel lagi. Makanya, rebranding di Grand Mercure Solo Baru mulai kami benahi satu per satu," terangnya.

"Seperti kemarin restoran dan paket kulinernya kami kembangkan, berlanjut ke beberapa renovasi fasilitas lainnya," imbuh Djati.

Menurut Djati, mengubah citra hotel lama lebih sulit dibandingkan membangun yang baru.

Sebab hal itu berkaitan dengan sumber daya yang ada. Djati turut mendorong kualitas karyawannya agar pelayanan terus berkembang.

"Karena me-rebranding hotel itu juga termasuk meningkatkan kualitas pelayanan kinerja. Saya selalu mengajak karyawan untuk mindset-nya agar berubah dan beradaptasi terhadap perkembangan bisnis hotel," urainya.

Prinsip hidup Djati adalah belajar, ikhtiar, dan berdoa. Menurutnya, jabatan strategis sebagai general manager hanya sebatas titipan dari Tuhan.

Untuk itulah, dia terus berupaya mengembangkan dirinya dan meningkatkan kinerja perusahaan.

Kuncinya adalah mau terjun ke lapangan. Seperti inovasi yang dilakukan Djati selama me-rebranding Grand Mercure Solo Baru.

Telah banyak kerja sama yang terjalin antara hotel mewah tersebut dengan berbagai pelaku UMKM.

"Saya selalu mengajarkan ke karyawan lainnya bahwa harus turun lapangan. Supaya kita tahu permasalahannya dan rencana pemgembangannya seperti apa," tegasnya.

"Jangan pelit baca. Jangan pelit mencari pengetahuan, dan juga jangan tertutup untuk menerima masukan. Itu kuncinya," lanjut Djati. (ul/wa)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#djati a wijaya #manajemen #General Manager #Grand Mercure Solo Baru #hotel