Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Nismara Pragya Chedrina Agung, Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Peraih Perunggu Olimpiade Sain Nasional Matematika  

Fauziah Akmal • Selasa, 13 Agustus 2024 | 03:56 WIB

 

Nismara Pragya Chedrina Agung. (Fauziah Akmal/Radar Solo)
Nismara Pragya Chedrina Agung. (Fauziah Akmal/Radar Solo)

RADARSOLO.COM - Ratusan piala kejuaraan di bidang matematika, sains, dan bahasa Inggris sudah diraih Nismara Pragya Chedrina Agung. Namun, itu semua  belum membuat siswa sekolah dasar (SD) ini puas. Paling gres, medali perunggu olimpiade sains nasional (OSN) bidang matematika.

OSN merupakan ajang tahunan paling bergengsi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek). Ajang kompetisi antarsiswa se Indonesia ini digelar secara berjenjang dari tingkat daerah hingga nasional.

Medali perunggu diraih Geya—sapaan akrab—siswa SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo ini dengan tidak mudah. Sebab, siswa kelahiran Solo, 25 Maret 2013 ini, hanya tertahan di OSN tingkat Kota Solo tahun lalu.

Belajar dari pengalaman tersebut, Geya terus memacu diri agar bisa tembus ke kancah nasional di tahun berikutnya.

Geya mengikuti OSN matematika SD tingkat Kota Solo 2024 secara daring berbasis asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) pada akhir Mei. Terpilihlah Geya dan empat siswa SD/MI mewakili Kota Solo dalam OSN Provinsi (OSN-P) Jawa Tengah. Digelar secara daring dengan model yang sama di Dinas Pendidikan Kota Solo pada 21 Juni lalu.

"Ketika mengerjakan soal di dinas (OSN Provinsi) tidak terlalu panik karena soalnya agak gampang. Kemudian menunggu hasil deg-degan. Ternyata lolos mewakili provinsi Jateng," kata Geya kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (12/8).

Setelah dinyatakan lolos ke tingkat nasional, Geya tidak lepas berlatih setiap harinya. Di sekolah dia mendapatkan bimbingan dari guru mata pelajaran matematika dan sesekali dari pelatih olimpiade dari eksternal.

Selain itu, orang tua Geya juga memfasilitasi dengan memberikan bimbingan atau les dari pakar matematika. Termasuk Disdikbud Jateng.

Selama tiga hari Geya menjalani training dengan latihan mengerjakan soal-soal olimpiade matematika dari tiga pembina yang disediakan Disdikbud Jateng.

Menyantap soal-soal matematika tiap hari, Geya merasa sedikit pusing, tetapi dia tidak merasa bosan. Sebab, Geya sangat menyukai matematika. Selain itu, dia mendapatkan teman baru.

"Pembinaan yang dilakukan oleh Disdikbud Jateng sangat bermanfaat. Jadi saya merasa siap maju ke Jakarta," imbuhnya.

Lantas Geya mengikuti OSN matematika di salah satu hotel bintang empat di Jakarta Pusat selama sepekan pada 5-11 Agustus. Pada pelaksanaan olimpiade pada hari ketiga (7/8), Geya mendapat jenis soal teori berupa 25 jawaban singkat dan 13 soal uraian untuk dikerjakan selama satu setengah jam. Sementara pada hari keempat (8/8) Geya mengerjakan soal berbentuk eksplorasi. 

"Saya bisa mengerjakan 21 soal yang isian singkat dan uraian bisa 9,5 karena yang satu belum selesai nulis tetapi waktunya sudah habis," ujar dia.

Hari kelima, Geya dan peserta olimpiade lainnya kedatangan praktisi sains dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang memberikan alat peraga berupa eksperimen edukatif mengenai bidang sains.

Tiba saatnya pada waktu yang mendebarkan adalah pengumuman hasil olimpiade pada Sabtu (10/8). Pada saat pembacaan juara harapan, Geya berharap bukan nama dia yang disebut. Begitu pula pada saat peraih medali perunggu. Ternyata, Geya dinobatkan mendapat medali perunggu.

"Senang tapi ada sedihnya, karena targetnya emas. Target saya nanti di SMP bisa menyabet emas OSN," ujar siswa yang bercita-cita menjadi data scientist itu.

Sisi positifnya, setelah mengikuti olimpiade, begitu keluar ruangan, Geya mendapatkan tawaran beasiswa dari puluhan sekolah unggulan di Indonesia.

Dalam waktu dekat, Geya akan mengikuti Olimpiade Sains Muhammadiyah Jawa Tengah. Setidaknya Geya akan terus berkompetisi hingga menjelang ujian sekolah mengingat dia sudah kelas VI.

Koordinator lomba sekolah setempat, Dwi Hati menambahkan, hasil ini merupakan hasil yang tidak instan bagi Geya. Menurut dia, Geya sudah menunjukkan potensi dirinya sejak kelas I SD.

"Geya itu sudah kelihatan dari kelas 1. Apalagi orang tuanya juga terus sopport," bebernya.

Dwi mengatakan, sudah ratusan kompetisi berbagai tingkat sampai tingkat internasional Geya ikuti dan menorehkan prestasi. Salah satunya pada 2021 lalu Geya menjadi bronze medalist level 1 pada Olimpiade Sains Kuark. Dan beberapa lomba tingkat internasional. (zia/bun)

 

Editor : Kabun Triyatno
#sd muhammadiyah #osn #matematika #nasional