RADARSOLO.COM - Dari berbagai jenis ular berbisa, ular hijau ekor merah atau yang dikenal dengan istilah Gadung Luwuk merupakan salah satu jenis ular berbisa yang paling mudah ditemui di Indonesia, termasuk di wilayah Solo Raya.
Masyarakat perlu hati-hati dan waspada jika mendapati ular jenis ini ada di sekitar pemukiman karena bisa-nya bisa menyebabkan kematian jika telat penanganan.
Salah satu edukator ular berbisa Samudera Budi, 42, warga Purbayan, Singopuran, Sukoharjo mengungkapkan, ular hijau ekor merah merupakan jenis ular viper asli Indonesia yang terkenal dengan status berbisa tinggi.
“Ular berbisa tinggi ini efek paling buruk bisa mengakibatkan kematian. Dan ular jenis ini masih banyak hidup di sekitar lingkungan kita,” jelasnya pada Jawa Pos Radar Solo.
Ular hijau ekor merah di Solo dan sekitarnya kebanyakan merupakan varian Trimeresurus Insularis.
Sementara di daerah Magelang, Jogja dan sekitarnya kebanyakan merupakan Trimeresurus Albolabris.
Keduanya merupakan jenis ular yang sama, perbedaan nama hanya pada hitungan dan pola sisik yang ada di masing-masing varian itu.
“Habitatnya ini ada di area pepohonan yang didekatnya ada sumber air, aliran sungai. Biasanya ini mudah ditemukan di rumpun bambu dan sejenisnya. Makanya memang harus hati-hati, kalau menemui ular ini lebih baik dihindari. Tapi kalau sudah tergigit, harus langsung diberi penanganan medis,” ucap dia.
Ular hijau ekor merah merupakan predator alami untuk hewan-hewan kecil seperti kadal, tikus, bahkan burung berukuran kecil.
Dari berbagai literasi, ular jenis ini memegang rekor yang cukup tinggi di Indonesia di 2023-2024. Ini karena populasi tinggi dan persebarannya ada di sekitar pemukiman manusia.
“Kalau mau mencari di sekitar kita bisa jadi pasti ada. Apalagi kalau ada pohon yang banyak disinggahi burung. Tapi sebetulnya kalau dari sifat ular ini termasuk tenang dan jika tidak terancam tidak akan menyerang,” jelas pria yang akrab disapa Sambud itu.
Meski demikian sejumlah kalangan, khususnya pecinta ular berbisa gemar memelihara ular ini, seperti yang dilakukan pendiri Base Camp Oemah Ulo yang satu ini yang memelihara dalam sebuah wadah terkunci untuk edukasi masyarakat dan berbagai kalangan.
“Ular ini saya pelihara untuk edukasi di masyarakat, selain itu kami juga bisa rescue. Efek terburuk dari gigitan bisa sampai kematian, kemudian bisa juga sampai cacat karena kematian saraf di daerah gigitan. Makannya penangan yang tepat itu penting dilakukan,” ucapnya. (ves/nik)
Editor : Damianus Bram