RADARSOLO.COM - Keuletan Sandi Purba Wardana, 35, dan Anis Diah Ayu Masita, 35, pasangan suami istri dari Sukoharjo dalam mengembangkan bisnis mainan berbasis keilmuan bisa menjadi inspirasi. Berawal dari iseng membuat mainan kini siap merambah pasar global.
Di sebuah rumah sederhana di Perum Taspen, Jl Putro Ismoyo, Gentan, Baki, Sukoharjo, suara dengungan mesin potong laser berpadu dengan ketukan halus peralatan produksi. Sandi Purba Wardana, 35, dan Anis Diah Ayu Masita, 35, pasangan suami istri di balik Pobee.ID, tengah sibuk menyiapkan pesanan mainan edukatif berbasis keilmuan yang kini mulai merambah pasar internasional.
Meskipun dalam skala industri rumahan, ruangan produksi mereka dipenuhi alat-alat kerja yang tertata rapi, mulai dari mesin pemotong hingga rak-rak berisi produk siap kirim. Tidak ada kesan pabrik besar, tetapi justru di ruang sederhana inilah lahir inovasi yang telah membantu ribuan anak belajar dengan cara yang menyenangkan.
“Awalnya, ada beberapa pihak yang membantu desain hingga produksi. Seiring waktu, kami mulai belajar sendiri dan mendapat bantuan alat produksi dari Kemenparekraf. Dari situ, akhirnya kami bisa mengerjakan semuanya secara mandiri, dari produksi hingga pemasaran,” cerita Sandi saat ditemui Jawa Pos Radar Solo.
Tak banyak yang tahu, perjalanan Pobee.ID bermula dari usaha serah-serahan pernikahan yang ditekuni Sandi dan Anis sejak mereka masih kuliah. Namun, pandemi Covid-19 di tahun 2021 mengubah segalanya. Bisnis yang dulu ramai, tiba-tiba sepi. Di tengah kebuntuan, sebuah ide sederhana muncul.
“Istri saya awalnya hanya iseng membuat permainan untuk ponakan-ponakan kami. Ternyata banyak yang tertarik dan minta dibuatkan. Nah, saat pandemi, usaha serah-serahan mulai sepi, akhirnya kami banting setir ke produksi mainan anak,” kenangnya.
Namun, Pobee.ID bukan sekadar bisnis mainan biasa. Berbekal latar belakang Sandi sebagai mantan guru pendidikan khusus dan Anis sebagai psikolog anak, mereka merancang setiap produk dengan pendekatan berbasis keilmuan.
“Kami melihat banyak mainan anak di pasaran, tetapi yang benar-benar memiliki nilai edukasi tinggi dan diproduksi dengan baik masih terbatas. Dari situ, kami ingin menghadirkan mainan yang tidak hanya menarik, tetapi juga bisa membantu tumbuh kembang anak sesuai tahapan usianya,” jelas Sandi.
Setiap ide produk datang dari pengamatan tumbuh kembang anak mereka sendiri, Dinar Kinasih, 6. Dari saat mulai merangkak, belajar membaca, hingga menulis, setiap fase pertumbuhan anak mereka melahirkan produk-produk baru.
“Produk kami adalah refleksi dari perjalanan tumbuh kembang anak kami sendiri. Ketika Dinar mulai belajar membaca, kami mengembangkan permainan yang membantu anak mengenal huruf dan kata. Begitu seterusnya,” tambahnya.
Saat ini, produk Pobee.ID mencakup beragam permainan edukatif, mulai dari puzzle huruf untuk mengenalkan alfabet, permainan kartu mencocokkan huruf dan gambar, hingga papan kotak kata untuk memperkaya kosakata anak. Produk terbaru mereka, Follow Your Hijaiyah, membantu anak mengenal huruf hijaiyah dengan lubang stensil dan manik-manik interaktif.
“Kami ingin menghadirkan permainan yang tidak hanya membantu anak belajar, tetapi juga mudah dijangkau oleh masyarakat. Produk kami berbasis riset dan keilmuan, tetapi tetap terjangkau,” tegasnya.
Kini, Pobee.ID tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mulai menjajaki pasar internasional. Mereka tengah mengikuti berbagai program inkubasi UMKM untuk menembus ekspor mandiri, meskipun sebelumnya telah mendapat bantuan pemasaran dari marketplace.
“Harapan kami, Pobee.ID bisa berkembang lebih jauh dan bisa membawa produk edukatif Indonesia ke pasar global,” tutup Sandi dengan optimisme. (ves/bun)
Editor : Kabun Triyatno