RADARSOLO.COM - Dalam beberapa tahun terakhir, harga pakan ternak terus mengalami kenaikan. Baik peternak berskala kecil maupun besar, biaya pakan merupakan salah satu biaya operasional terbesar untuk peternak.
Ketergantungan pada pakan komersial dengan harga yang tidak dapat diprediksi menjadi ancaman serius bagi peternak.
Munculah Tanaman air Azolla pinnata sebagai solusi yang sangat menjanjikan.
Azolla atau adalam bahasa jawa disebut dengan dampyang ini tidak hanya murah, tetapi juga kaya akan nutrisi.
Tanaman ini dapat dengan mudah dibudidayakan di ruang yang tersedia, termasuk di halaman belakang, lahan kecil, atau bahkan kolam sederhana.
Artikel ini akan menjelaskan tentang nilai gizi Azolla pinnata, manfaatnya sebagai pakan ternak, serta metode budidaya yang praktis dan efektif.
Mengenal Azolla Pinnata
Azolla adalah anggota dari keluarga Azollaceae.
Di Indonesia, Azolla dapat tumbuh subur di daerah dataran rendah hingga sedang.
Karena toleransinya yang tinggi terhadap berbagai kondisi air dan cuaca, Azolla menjadi pilihan tepat untuk dibudidayakan di berbagai wilayah, baik di perdesaan maupun perkotaan.
Kandungan Nutrisi Azolla Pinnata
Azolla pinnata memiliki nutrisi yang luar biasa dan dapat berfungsi sebagai sumber alternatif protein dalam pakan unggas, seperti bebek dan ayam.
Meskipun kandungan protein kasarnya lebih rendah daripada tepung ikan, kandungan karbohidrat Azolla yang lebih tinggi menjadikannya sebagai sumber energi tambahan yang luar biasa.
Tanaman ini juga kaya akan asam amino esensial seperti lisin dan metionin, yang sangat penting untuk pertumbuhan optimal pada ayam potong.
Kandungan seratnya yang rendah membuat Azolla mudah dicerna oleh unggas.
Selain itu, Azolla mengandung beberapa vitamin penting termasuk A, C dan E bersamaan dengan mineral seperti kalsium dan fosfor.
Sifat antioksidan alaminya juga membantu meningkatkan kesehatan unggas dengan mengurangi stres oksidatif.
Keunggulan Budidaya Azolla
-
Mudah dibudidayakan: Bisa dilakukan di kolam terpal, bak semen, atau drum bekas.
-
Biaya murah: Tidak membutuhkan pupuk kimia, cukup pupuk kandang atau lumpur sawah.
-
Panen cepat: Dalam waktu 10–15 hari sudah bisa panen pertama, dan berikutnya setiap hari.
-
Ramah lingkungan: Azolla menyerap CO2 dan menghasilkan oksigen, serta menekan pertumbuhan gulma jika ditanam di sawah.
Cara Budidaya Azolla
1. Siapkan Kolam atau Wadah Tanam
Langkah pertama adalah menyiapkan tempat untuk menumbuhkan Azolla.
Wadah yang digunakan bisa beragam, tergantung skala budidaya dan ketersediaan lahan. Anda bisa menggunakan Kolam tanah, Kolam dari terpal plastik, Ember atau baskom besar, Bak semen atau fiber.
Ukuran ideal kolam sederhana, Panjang 2 meter x lebar 1 meter dengan kedalaman 15–20 cm. Namun, ukuran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan ruang yang tersedia.
2. Siapkan Media Tanam
Media tanam Azolla adalah air yang diperkaya dengan bahan organik. Anda bisa menggunakan, Lumpur sawah, Pupuk kandang fermentasi, Air cucian beras atau air rendaman dedak.
Campurkan bahan organik ini ke dalam air kolam setinggi 10–15 cm, lalu diamkan selama 2–3 hari agar terjadi fermentasi alami dan kolam menjadi “matang” sebagai media tumbuh.
3. Tebar Bibit Azolla
Setelah media siap, tebar bibit Azolla secara merata di permukaan kolam. Gunakan bibit yang sehat, berwarna hijau segar, dan tidak terkontaminasi jamur atau alga.
Takaran ideal 300–500 gram bibit Azolla per meter persegi kolam.
Waktu terbaik menebar bibit adalah pada pagi atau sore hari agar tanaman tidak stres akibat panas.
4. Perawatan Rutin
Budidaya Azolla tergolong mudah, tetapi tetap membutuhkan perawatan agar hasilnya optimal. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan:
Cahaya: Azolla memerlukan sinar matahari tidak langsung. Terlalu banyak sinar matahari akan menghambat pertumbuhan. Gunakan paranet, jaring teduh, atau tanam di tempat yang agak terlindung.
Air: Pastikan air tetap berada pada ketinggian 10–15 cm. Tambahkan air secara berkala jika berkurang akibat penguapan.
Nutrisi: Tambahkan nutrisi tambahan seperti air cucian beras, larutan pupuk kandang
Kebersihan: Buang sisa daun mati, endapan lumpur berlebih, dan bersihkan kolam dari hama seperti keong atau serangga air.
5. Panen Azolla
Azolla dapat dipanen pertama kali setelah 10–15 hari, tergantung kondisi kolam dan bibit. Setelah itu, panen bisa dilakukan rutin setiap hari.
Azolla pinnata memiliki biaya rendah dan perawatan yang mudah, serta kandungan nutrisi yang tinggi, menjadikannya jawaban untuk tantangan pakan ternak modern.
Tanaman ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi petani, tetapi juga sangat membantu dalam pelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber makanan ternak.